MALANG, BERITAKATA.id – Jajaran akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) menggelar audiensi dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Kamis (21/5/2026). Pertemuan ini bertujuan mematangkan persiapan program pengabdian masyarakat berskala besar yang diberi nama FISIP Bakti Desa (FBD) ARCAPADA 2026.
Melalui program tersebut, FISIP UB akan menerjunkan sekitar 1.000 mahasiswa. Ribuan mahasiswa ini akan disebar ke 25 desa untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik di masing-masing wilayah dengan pendekatan kolaborasi berbagai pihak (multi-stakeholder).
Lokasi pelaksanaan FBD ARCAPADA 2026 difokuskan pada tiga wilayah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Blitar. Selain itu, program ini juga berekspansi ke luar provinsi dengan menjangkau satu desa di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Terdapat empat fokus utama dalam pelaksanaan program pengabdian ini, antara lain analisis desa berbasis data, intervensi terstruktur untuk penguatan ekonomi desa, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan penguatan tata kelola pemerintahan tingkat desa.
Dekan FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, menjelaskan bahwa FBD ARCAPADA 2026 memiliki keselarasan arah dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menilai program ini mendukung implementasi Nawa Bhakti Satya sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.
“Program ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga sebagai upaya membangun kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat desa untuk mendorong pembangunan yang berbasis data dan berkelanjutan,” tegas Ahmad Imron.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pihak kampus dan pemerintah daerah dalam menyukseskan target program demi terciptanya pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Kami berharap terjalin dukungan dan kerja sama yang lebih luas dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa,” ungkapnya.
Agenda pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan dosen FISIP UB. Turut hadir mendampingi Dekan FISIP UB antara lain Wakil Dekan III Dr. Sumi Lestari, S.Psi., M.Si., Ketua Pelaksana FBD Abdul Wahid, S.I.Kom., M.A., Ketua Departemen PPHI Dr. Anggun Trisnanto Hari Susilo, S.IP., M.IDEA., serta sejumlah dosen lainnya. FBD ARCAPADA 2026 diproyeksikan menjadi salah satu program pengabdian masyarakat secara langsung dengan pelibatan mahasiswa terbesar di Jawa Timur.












