Bulog Madura Buka Akses Edukasi, Siswa SMAN 1 Pamekasan Diajak Pahami Sistem Pangan Nasional

Puluhan siswa SMAN 1 Pamekasan mengunjungi Bulog Madura.

PAMEKASAN, BERITAKATA.id – Upaya penguatan pemahaman generasi muda terhadap sistem ketahanan pangan mulai digencarkan Perum Bulog melalui program edukatif berbasis lapangan, dengan melibatkan langsung pelajar dalam proses pengelolaan logistik pangan, Jumat, (24/4/2026).

Puluhan siswa SMAN 1 Pamekasan tampak antusias saat mengikuti kunjungan eduwisata di kompleks pergudangan Bulog Larangan Tokol. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak menyaksikan langsung bagaimana rantai distribusi pangan dikelola secara sistematis oleh negara.

Dalam kegiatan tersebut, Bulog memperlihatkan proses penyimpanan beras hingga standar pengendalian kualitas (quality control) yang diterapkan untuk menjaga mutu komoditas tetap stabil. Selain itu, siswa juga dikenalkan pada mekanisme penyediaan cadangan pangan sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi darurat maupun bencana.

Pemimpin Cabang Bulog Madura, Ahmad Rofi’i menegaskan bahwa keterlibatan pelajar dalam program seperti ini menjadi bagian penting dari strategi edukasi jangka panjang.

“Kami sangat bangga bisa menerima kunjungan dari adik-adik SMAN 1 Pamekasan. Ketahanan pangan bukan hanya urusan pemerintah atau petani, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, melalui pengalaman langsung di lapangan, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu pemborosan makanan.

“Melalui eduwisata ini, kami berharap para siswa dapat lebih menghargai pangan, mengurangi food waste, dan memahami bagaimana negara bekerja keras menjaga ketersediaan pangan untuk rakyat,” imbuhnya.

Sesi diskusi interaktif pun menjadi momen yang cukup menarik. Para siswa diberi ruang untuk berdialog langsung dengan tim Bulog, termasuk tenaga surveior yang menangani kualitas pangan. Dari sini, wawasan mereka terkait sistem logistik hingga distribusi pangan nasional semakin terbuka.

Salah satu siswa mengaku kegiatan tersebut memberi pengalaman baru yang tidak didapatkan di ruang kelas.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya belajar teori dari buku teks, tetapi melihat langsung realita di lapangan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemahaman tentang rantai pasok dan kualitas pangan kini terasa lebih nyata.

“Pengetahuan tentang sistem logistik dan standar kualitas ini benar-benar membuka wawasan baru bagi kami,” lanjutnya.

Program eduwisata ini menjadi bagian dari komitmen Bulog dalam membangun literasi pangan di tengah masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut guna menciptakan generasi yang lebih sadar gizi, paham sistem pangan, dan peduli terhadap keberlangsungan sektor pertanian. ig/an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *