Perum Jasa Tirta I Berangkatkan Ratusan Peserta Mudik Gratis 2026

Direktur Utama PJT I, Dr. Ir. Fahmi Hidayat, S.T., M.T., saat hendak memberangkatkan bus-bus yang mengangkut ratusan peserta program mudik gratis pada tahun 2026 ini.

MALANG, BERITAKATA.id – Perusahaan Umum Jasa Tirta I (PJT I) kembali menyelenggarakan program mudik gratis pada tahun 2026 ini. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PJT I memberangkatkan total 377 peserta menggunakan 10 armada bus menuju berbagai daerah.

Direktur Utama PJT I, Dr. Ir. Fahmi Hidayat, S.T., M.T., mengatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial BUMN terhadap masyarakat yang ingin merayakan Idul Fitri di kampung halaman.

“BUMN ini memiliki banyak fungsi. Selain sebagai pencipta kesejahteraan, menciptakan inovasi, dan memberikan layanan, BUMN juga hadir untuk memberikan dukungan kepada masyarakat pada saat-saat memerlukan,” ujar Fahmi pada Selasa (17/3/2026).

Jumlah pemudik dan armada yang difasilitasi oleh PJT I terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berikut adalah rincian data keberangkatan mudik PJT I sejak 2023 sebanyak 6 bus dengan 242 peserta dan dengan 6 daerah tujuan akhir. Kemudian, pada 2024 sebanyak 7 bus dengan 265 peserta dan dengan 7 daerah tujuan akhir. Selanjutnya, pada 2025 sebanyak 7 bus dengan 317 peserta dan dengan 7 daerah tujuan akhir. Pada tahun 2026 ini sebanyak 10 bus dengan 377 peserta dan dengan 10 daerah tujuan akhir.

Sepuluh armada yang diberangkatkan tahun ini terdiri dari 8 bus besar berkapasitas 45 orang dan 2 bus tanggung berkapasitas 30 orang. Pemberangkatan dibagi menjadi dua titik utama, yakni dua bus melayani rute Jakarta-Solo-Surabaya-Malang, dan delapan bus diberangkatkan dari Kantor Pusat PJT I di Malang.

Rute yang dilayani meliputi tujuan Jakarta, Bandung, Semarang (jalur utara dan tol tengah), Purwokerto, Banyuwangi, Tuban, dan Trenggalek. Rute yang mendominasi jumlah penumpang terbanyak adalah tujuan Jakarta dan Bandung. Selain itu, tahun ini PJT I membuka rute baru.

“Perbedaannya sekarang kita tambah satu jurusan ke Ponorogo (Malang-Ngawi-Madiun-Ponorogo), serta armadanya tambah dua,” jelas Fahmi.

Berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya, PJT I memajukan jadwal keberangkatan menjadi lebih pagi.

“Keberangkatan yang lebih pagi ini tujuannya adalah untuk memberikan kenyamanan. Pengalaman tahun lalu, kita bisa sampai dengan selamat di tujuan lebih awal. Mungkin yang jauh di Jakarta atau Bandung tidak sampai tengah malam, tapi masih bisa sebelum Isya atau setelah Isya sedikit bisa sampai tujuan,” terang Fahmi.

Untuk memastikan keselamatan, seluruh bus dipastikan laik operasi dan pengemudi beserta kru bus wajib menjalani pemeriksaan kesehatan.

Fasilitas untuk penumpang juga ditingkatkan. Setiap pemudik mendapatkan goodie bag berisi makanan, minuman untuk berbuka puasa, obat-obatan ringan, serta tambahan bantal leher.

“Bantal leher ini agar kepala terkondisikan sehingga perjalanan lama menjadi nyaman,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Pendaftaran yang dibuka untuk umum melalui media sosial langsung memenuhi kuota dalam waktu satu jam. Untuk memastikan kehadiran peserta pada hari H, panitia menerapkan sistem deposit sebesar Rp100.000 per orang (atau Rp200.000 untuk keluarga lebih dari tiga orang), yang dikembalikan utuh 100 persen saat keberangkatan.

Ke depan, PJT I merencanakan perluasan layanan mudik gratis hingga ke luar Pulau Jawa, bergantung pada kinerja dan wilayah operasi perusahaan.

“Biaya yang dialokasikan untuk TJSL dipengaruhi oleh pendapatan dan laba perusahaan. Tidak menutup kemungkinan kalau kita nanti sudah mendapat wilayah kerja baru di Bali, kita akan upayakan. Termasuk Sumatera Utara seperti di Toba Asahan, jika memungkinkan ke depan akan kita sediakan,” papar Fahmi.

Sebagai penutup, Fahmi meminta partisipasi aktif pemudik untuk memberikan evaluasi.

“Mohon nanti diberikan masukan, kritik, dan saran yang bersifat membangun kepada kami untuk perbaikan pelaksanaan program yang sama di tahun-tahun depan.”

Selain mudik gratis, selama Ramadan 2026 ini PJT I juga menyalurkan bantuan sosial, santunan anak yatim di lima wilayah sungai, serta menggelar program tebus sembako murah di berbagai kota wilayah kerja PJT I.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *