Jelang Libur Lebaran 2026, Perumda Tugu Tirta Malang Optimalkan Anjungan Air Siap Minum Gratis di Lokasi Wisata

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo, SE, S.Sos, MM mencoba langsung salah satu Anjungan Air Siap Minum.

MALANG, BERITAKATA.id – Menjelang libur panjang dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang memastikan layanan pasokan air dan operasional ratusan Anjungan Air Siap Minum (AASM) gratis tetap prima. Optimalisasi fasilitas ini menyasar lokasi-lokasi wisata padat pengunjung seperti Alun-Alun Merdeka, kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Ijen, dan lainnya.

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo, SE, S.Sos, MM, usai menggelar Sosialisasi Siaga Lebaran bersama insan pers pada Jumat (13/3/2026).

Priyo mengatakan, pihaknya telah menyiagakan petugas piket dan sistem panggilan darurat guna menjaga kontinuitas pelayanan saat aktivitas masyarakat meningkat.

“Melalui skema siaga Lebaran ini, kami memastikan seluruh lini pelayanan tetap berjalan. Mulai dari unit produksi, distribusi jaringan, hingga tim teknis lapangan telah kami siapkan dengan sistem piket dan standby on call. Jika terdapat potensi gangguan, tim kami siap bergerak cepat melakukan penanganan,” jelas Priyo pada Jumat (13/3/2026).

Terkait ketersediaan air minum gratis di ruang publik, Priyo menegaskan bahwa 163 titik anjungan yang tersebar di Kota Malang saat ini berfungsi optimal. Tugu Tirta secara ketat mengontrol higienitas fasilitas tersebut setiap dua hari sekali untuk mencegah gangguan kesehatan pada masyarakat.

“Anjungan siap minum gratis sampai sekarang masih berfungsi dengan baik dan benar. Bahkan, setiap dua hari sekali kita mengontrol kualitasnya. Jangan sampai kualitas itu mengganggu ketika orang minum lalu diare,” tegas Priyo.

Ia menjelaskan, Tugu Tirta menggunakan sistem kontrol teknologi (SCADA) untuk memantau kelayakan air. Jika sistem mendeteksi lonjakan zat kimia yang melewati batas aman, indikator akan menyala dan anjungan tersebut akan otomatis ditutup agar tidak dikonsumsi masyarakat.

Menghadapi momentum libur Lebaran, tingkat kunjungan ke titik-titik anjungan terbanyak diprediksi berada di Alun-Alun Merdeka, Kayutangan, dan Jalan Ijen. Dari hasil pantauan Tugu Tirta, mayoritas masyarakat yang memanfaatkan fasilitas ini sudah terbiasa membawa botol minum atau tumbler sendiri.

Melihat antusiasme warga, Tugu Tirta berencana menambah 20 titik anjungan baru. Pemasangan ini akan memanfaatkan skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak perbankan dan perusahaan swasta.

“Ada penambahan 20 titik anjungan air siap minum. Nanti kita menunggu CSR dari beberapa bank. Sekarang seperti di Kayutangan dan Alun-Alun sudah kita branding Bank Jatim. Kami persilakan perbankan atau perusahaan berpromosi lewat CSR mereka, tetapi kami yang tetap melakukan kontrol kualitas dan meterannya,” papar Priyo.

Untuk pemasangan terdekat pasca Lebaran 2026, Tugu Tirta akan menyasar fasilitas pendidikan. Priyo menyebutkan bahwa Sekolah Internasional Charis dan sebuah Sekolah Dasar (SD) di kawasan Balearjosari telah mengajukan pemasangan anjungan karena tingginya minat dari para siswa, termasuk murid-murid ekspatriat.

Selain optimalisasi layanan, Tugu Tirta juga merencanakan kampanye lingkungan bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang.

“Dalam ulang tahun Kota Malang nanti, kita berpartisipasi mengadakan event jalan sehat sekaligus promosi membawa tumbler, serta ada promo sambungan buka baru,” tambah Priyo.

Selama periode Siaga Lebaran, Perumda Tugu Tirta memastikan seluruh kanal layanan pengaduan, baik hotline resmi maupun media sosial, aktif 24 jam. Masyarakat diimbau segera melapor jika menemukan kendala distribusi air.

Komitmen pelayanan prima ini sejalan dengan deretan prestasi terbaru yang diraih Perumda Tugu Tirta. Perusahaan daerah ini baru saja dinyatakan bebas dari sanksi administratif limbah B3 oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, serta menjadi satu-satunya BUMD percontohan Penerapan Manajemen Risiko dan Pencegahan Korupsi di Jawa Timur.

Di sektor infrastruktur, Perumda Tugu Tirta juga kembali mencetak sejarah dengan menerima bantuan dari Pemerintah Pusat untuk pertama kalinya sejak tahun 2013. Bantuan tersebut dialokasikan untuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sumbersareh, Merjosari, dan jaringan perpipaan di wilayah Cemorokandang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *