Cuaca Ekstrem Terjang Kota Batu, Belasan Rumah Rusak, Pemkot Percepat Penanganan Darurat

Kejadian angin kencang di Kota Batu, Jawa Timur sebabkan kerusakan atap suatu bangunan yang terjadi beberapa hari lalu.

BATU, BERITAKATA.id – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang melanda wilayah Kota Batu, Jawa Timur. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Batu pada Rabu (4/3/2026), bencana ini mengakibatkan kerusakan bangunan, pohon tumbang, hingga tanah longsor yang berdampak langsung pada 16 Kepala Keluarga (KK).

Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Batu, Nurochman, mengatakan bahwa Pemerintah Kota Batu telah mengerahkan petugas untuk melakukan penanganan dan pendataan di lapangan.

“Iya, langsung, kami langsung mengkaji cepat untuk kemudian memberikan support bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Dan kepala desa masing-masing sudah berkoordinasi kepada kami untuk ditindaklanjuti oleh dinas teknis,” ujar Nurochman saat diwawancarai pada Sabtu (7/3/2026).

Terkait pendanaan untuk perbaikan dan pemberian bantuan, Nurochman menjelaskan bahwa saat ini pihaknya memaksimalkan anggaran pemeliharaan rutin yang ada guna mempercepat proses penanganan.

“Anggaran-anggaran yang rutin yang memang sudah dicadangkan untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini kan memang ada supaya tidak terlalu rumit dalam proses-proses yang dijalankan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Batu belum digunakan dan masih dalam status aman hingga akhir tahun. Sebagai informasi, BTT Kota Batu pada tahun 2026 ini sebesar Rp 10,8 miliar.

“Oh masih aman, kalau BTT masih aman. Masih belum terpakai malahan,” tambahnya.

Laporan BPBD Kota Batu mencatat cuaca ekstrem menyebabkan kerusakan di 18 titik yang tersebar di Kecamatan Bumiaji, Batu, dan Junrejo. Mayoritas kerusakan terjadi pada atap rumah warga yang terbang terbawa angin.

Selain itu, fasilitas umum seperti sebagian atap TPS3R di Kelurahan Sisir, bangunan green house di Desa Tlekung, hingga hanggar milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) dilaporkan ambruk. Reruntuhan hanggar tersebut bahkan menimpa satu unit mobil tangga milik Damkar.

Curah hujan tinggi juga memicu longsornya plengsengan teknis sepanjang 5 meter dan tinggi 2 meter di area Panti Sosial Petirahan Anak Bhima Sakti, Kelurahan Songgokerto.

Menyikapi adanya potensi pohon tumbang akibat angin kencang, pihaknya telah menginstruksikan jajaran terkait untuk terus memantau kondisi di lapangan secara intensif.

“Sudah, tadi malam saya sudah sampaikan ke PU, ke LH, ke BPBD, dan Damkar untuk terus meng-update dan melakukan kerja sama komunikasi intens. Sudah. Jadi kemarin contoh di Songgoriti itu sebelahnya Onsen ada kayu lapuk, enggak terlalu besar tapi tetep harus diperhitungkan ketika ada angin kencang pastinya ngerubuhi siapapun,” tegasnya.

Terkait wewenang penanganan pohon tumbang di area luar kewenangan Pemkot Batu, seperti di kawasan Payung yang merupakan ranah Perhutani, Nurochman mengutamakan tindakan kedaruratan di atas prosedur administratif.

“Nggak ada masalah, ya karena kedaruratan itu kan ya kadang-kadang sudahlah kita nggak terlalu prosedur kita bicarakan di belakang. Yang penting ini selesai supaya segera bisa dilalui oleh masyarakat bila ada yang jatuh dan melintang di jalan,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Batu juga memastikan seluruh kanal pengaduan masyarakat aktif selama 24 jam. Masyarakat dapat melaporkan kejadian bencana melalui Call Center atau Hotline BPBD dan Damkar.

“Peralatan-peralatan kita ready semua. Kemarin dicontoh sekitaran Aston ya, masyarakat WA langsung ke saya. Langsung saya tindaklanjuti untuk di Dinas Teknis dan mereka langsung melaporkan kurang lebih sekian menit dari WA yang saya kirimkan. Jadi salah satu call center-nya atau hotline-nya itu ada di nomor saya sendiri,” tuturnya lugas.

Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga 10 Maret 2026, Pemerintah Kota Batu belum mengeluarkan kebijakan libur sekolah. Nurochman mengimbau pihak sekolah untuk sekadar meningkatkan kewaspadaan.

“Ya prinsipnya kewaspadaan aja, kewaspadaan. Belum ada larangan untuk beraktivitas sekolah ya, karena menurut BMKG kan maksimal tanggal 10 cuaca ekstrem itu,” pungkas Nurochman.

Saat ini, BPBD Kota Batu bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta perangkat wilayah tengah melaksanakan tahap Assessment Awal Rehabilitasi dan Rekonstruksi (A2R2). Pendataan ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pasca-bencana secara rinci yang akan menjadi dasar penyusunan rencana pemulihan infrastruktur maupun bantuan bagi warga yang terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *