PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Bencana banjir besar melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo, khususnya di Kecamatan Kraksaan, Besuk, Gading, dan daerah sekitarnya. Air yang menggenangi kawasan tersebut dilaporkan mencapai ketinggian antara lutut hingga dada orang dewasa, pada Sabtu (21/2/2026) malam hingga Minggu (22/2/2026) dini hari.
Akibatnya, banyak rumah warga, fasilitas umum, serta aktivitas masyarakat terdampak dan terhenti. Peristiwa ini dinilai sebagai salah satu banjir paling parah dalam beberapa dekade terakhir, terutama di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Probolinggo 1.
Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai NasDem, Mohammad Dimyati atau yang akrab disapa Gus Dim, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya turut merasakan dampak langsung dari banjir yang terjadi.
“Saya, baik secara pribadi maupun sebagai wakil masyarakat Dapil Probolinggo 1, menyampaikan rasa duka dan empati yang mendalam atas bencana ini. Saya pun turut terdampak, sehingga benar-benar merasakan situasi yang dialami warga. Ini merupakan ujian bagi kita semua,” ujarnya.
Menurut Gus Dim, banjir kali ini tergolong kejadian luar biasa yang jarang terjadi di wilayah tersebut.
“Selama puluhan tahun terakhir, baru kali ini terjadi banjir sebesar ini di Dapil Probolinggo 1, khususnya di Kecamatan Kraksaan dan Besuk. Dampaknya sangat luas dan dirasakan hampir oleh seluruh masyarakat,” jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PERKIM) Kabupaten Probolinggo atas respons cepat mereka sejak awal kejadian.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPBD dan PERKIM Kabupaten Probolinggo yang sejak malam hari telah turun langsung ke lokasi terdampak. Dengan kesiapan peralatan seperti perahu karet dan kendaraan operasional, penanganan awal dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” katanya.
Lebih lanjut, Gus Dim menilai bahwa kerja sama antara pemerintah daerah, BPBD, PERKIM, aparat, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat proses evakuasi dan penanganan darurat.
Sebagai perwakilan dari wilayah terdampak, ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penanganan pascabanjir, termasuk mendorong langkah-langkah konkret guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Saya akan terus mengawal penanganan pascabanjir ini, mulai dari penyaluran bantuan, perbaikan infrastruktur, hingga upaya mitigasi seperti normalisasi sungai dan pembenahan sistem drainase. Wilayah Kraksaan dan Besuk harus menjadi prioritas karena dampaknya sangat besar,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap sabar, kuat, serta menjaga kebersamaan dalam menghadapi musibah ini.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tabah. Dengan kebersamaan dan kepedulian dari semua pihak, insyaAllah kita mampu bangkit dan melewati kondisi ini bersama,” tutupnya.
Sementara itu, hingga kini proses pendataan terhadap kerusakan dan kebutuhan warga masih berlangsung oleh instansi terkait. Di sisi lain, warga bersama relawan mulai melakukan pembersihan sisa lumpur dan material banjir di rumah serta lingkungan sekitar. ig/fa












