PROBOLINGGO, BERITAKATA.id — Hujan deras yang mengguyur kawasan Pegunungan Tengger selama beberapa jam menyebabkan tanah longsor di jalur wisata Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.
Peristiwa ini terjadi Kamis (11/12/2025) dan menyebabkan kemacetan serta gangguan lalu lintas di jalur utama menuju kawasan wisata tersebut.
Material longsor berupa tanah dan batu menutupi sebagian badan jalan di kawasan Jurang Jontro, Kecamatan Sukapura.
Akibatnya, arus lalu lintas dari dan menuju Bromo sempat tersendat bahkan mengalami kemacetan total.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan bahwa ada lima titik jalan akses ke Bromo tertimbun material longsor. Saat ini, proses evakuasi sedang berlangsung, dan alat berat telah berada di lokasi untuk membersihkan material longsor.
“Sekarang sudah bisa dilewati, wisatawan sudah dapat melanjutkan perjalanan ke Bromo. Tapi tetap hati-hati dan waspada,” ujar Oemar, Jumat (12/12/2025).
Oemar mengimbau wisatawan dan warga tetap waspada selama musim penghujan ini. Petugas dan masyarakat setempat bergotong royong melakukan pembersihan material longsor agar jalur wisata kembali normal.
Dia menambahkan, longsor terjadi di lima titik, termasuk kawasan Jurang Jontro dan genangan air yang mengalir deras di jalan.
Salah satu penyebabnya adalah drainase yang sudah lama tidak dirawat dan masih banyak yang belum memiliki sistem drainase memadai. Meski demikian, alat berat sudah mulai membersihkan material longsor, dan jalur sudah dapat dilalui kendaraan.
“Insya Allah hari ini semua longsor bisa selesai ditangani. Semalam sudah bisa diakses tapi gantian dan sistem buka tutup,” tambahnya.
Meski tidak ada korban jiwa, BPBD mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi berlangsung hingga 20 Desember 2025 di Jawa Timur.
Kepala Desa Ngadisari, Sukapura, Sunaryono, menyatakan bahwa jalur Bromo di desa Wonokerto dan Ngadisari mengalami tanah longsor cukup parah. Menurutnya, alat berat sudah disiagakan di wilayah tersebut, namun longsor di area atas juga cukup banyak.
“Harusnya saat musim hujan begini, alat berat sudah disiapkan di wilayah Sukapura agar penanganan berjalan cepat,” ujarnya.
Sunaryono menambahkan, penyebab utama longsor adalah kurangnya sistem drainase yang baik dan tidak terawat.
Dia berharap, pemerintah dan pihak terkait segera memperbaiki infrastruktur drainase agar bencana serupa tidak terulang lagi. ig/fa












