“Embah Saja Mau Sekolah, Masak yang Muda Malas Sekolah”

Lansia diwisuda di Kecamatan Pakuniran.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, menjadi pusat perhatian setelah digelar kegiatan unik berupa wisuda bagi puluhan lansia yang mengikuti program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).

Acara ini berlangsung pada Senin (23/6/2025) dan dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo, dr Mohammad Haris Damanhuri atau Gus Haris, serta Wakil Bupati Fahmi AHZ.

Program Selantang sendiri bukanlah sekolah formal, melainkan program pembelajaran selama setahun yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia.

Selama periode tersebut, peserta mengikuti 12 kali pertemuan rutin yang membahas berbagai materi, mulai dari pola hidup sehat, berpikir positif, hingga cara tetap produktif di usia senja. Program ini didukung oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), serta didanai dari anggaran desa setempat.

Gus Haris mengatakan, acara wisuda tersebut menunjukkan bahwa semangat belajar tidak mengenal usia. Ia menyatakan,

“Kalau embah-embah saja mau sekolah dan diwisuda, masa anak muda malah malas sekolah?” kata Gus Haris.

Gus Haris juga menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung lansia agar tetap aktif dan produktif.

Selain kegiatan wisuda, Bupati Probolinggo ini juga melakukan sejumlah kunjungan ke sejumlah desa di wilayah Kecamatan Pakuniran, termasuk Desa Bimo dan Desa Kertonegoro. Di Desa Bimo, Gus Haris meresmikan laboratorium kecantikan Sintesia dan rumah produksi Srikandi Collagen milik warga setempat yang bergerak di bidang perawatan herbal dan ekspor kayu lokal.

Dia juga menyapa pelaku UMKM dan meninjau langsung rumah produksi pengusaha muda. Di Desa Kertonegoro, Gus Haris turut menyematkan sertifikat wisuda kepada 30 peserta Selantang dan menanam pohon belimbing dalam kegiatan Desa Tematik Hijau.

Sementara itu, Wakil Bupati Fahmi AHZ melakukan kunjungan ke Desa Alas Pandan dan Desa Pakuniran. Ia meninjau langsung kelompok ternak kambing dan mendengarkan paparan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) serta ketahanan pangan setempat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program “Ngantor di Kecamatan” yang digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo sebagai upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat serta meningkatkan ekonomi desa dan ketahanan pangan. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *