Tarif Parkir di Salah Satu Mal Malang Dikeluhkan Warganet, Diduga Tak Wajar

Ilustrasi parkiran.

MALANG, BERITAKATA.id – Akun TikTok @yossidwias membagikan postingan video pengalaman tidak mengenakan ketika parkir dengan kendaraan roda dua di dalam mal yang terletak di Jalan Kawi, Kota Malang, Jawa Timur.

Dia harus membayar parkir sepeda motor yakni Rp 4 ribu. Padahal disampaikannya bahwa keterangan ketentuan yang ada yakni Rp 3 ribu.

Postingan video itu diupload pada pertengahan Mei 2025, dan setelah itu diposting ulang oleh beberapa akun media Instagram di Malang.

“Tertulis di 2 jam pertama Rp 3.000. Di komputernya juga Rp 3.000. Tapi operatornya minta Rp 4.000. Kenapa hal sekecil dan senyata ini harus bohong sih,” dikutip dari keterangan salah satu video akun TikTok @yossidwias.

Beberapa komentar dalam postingan video tersebut juga mengaku merasakan hal yang sama. Salah satunya akun TikTok it’s meeeeeeeeee yang bahkan saat memberi uang Rp 5 ribu tidak diberi kembalian.

“Maaf kak enggak ada kembalian. (Lucunya parkiran basement, segitu bangetnya mereka ingin mendapat keuntungan, seharusnya kewajiban mereka sediakan kembalian),” dikutip komentar akun TikTok it’s meeeeeeeeee.

Akun TikTok lainnya yakni Kee bahkan tidak dipedulikan oleh petugas parkir saat meminta kembalian.

“Aku juga pernah ngeyel ‘itu lo di layar 3k kok jadi 4k’ dan yaa gak digubris rek,” dikutip akun TikTok Kee.

Saat BeritaKata.id mencoba mengonfirmasi hal tersebut kepada general manager pusat perbelanjaan itu berinisial W tidak mendapat respon.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi mengatakan, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu terkait dugaan adanya praktik kecurangan tarif parkir tersebut.

Apabila, dugaan tersebut benar adanya, maka pihaknya tidak segan akan menindaklanjuti hal itu.

“Nanti dicek dulu apa benar seperti itu, tentu kalau memang benar ya merugikan masyarakat, pengunjung, itu kan terkait kenyamanan pengunjung juga, kalau misal mall tersebut benar seperti itu sebenarnya yang rugi malnya sendiri juga, karena memberikan kesan tidak baik ke pengunjung,” kata Arief Wahyudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *