MALANG, BERITAKATA.id – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Malang masa bakti 2026–2031 resmi dilantik dan dikukuhkan di Mini Blok Office (MBO) Balaikota Malang, Selasa (20/10/2026). Acara pengukuhan ini dihadiri oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, perwakilan Forkopimda lainnya, perangkat daerah, serta puluhan pimpinan Induk Organisasi Olahraga (INORGA) di bawah naungan KORMI.
Sofyan Edi Jarwoko kembali dipercaya memimpin KORMI Kota Malang untuk periode kedua. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, yakni Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, DPRD Kota Malang, TNI-Polri, hingga para pengurus INORGA yang terus bersinergi membudayakan olahraga di tengah masyarakat.
“Program kita seiring sejalan dengan apa yang sudah dicanangkan oleh KORMI Nasional maupun KORMI Provinsi. Tujuan utama daripada KORMI ini kan membantu daripada pemerintah bersama-sama masyarakat yang tergabung di dalam induk organisasi olahraga masyarakat untuk membudayakan daripada kegiatan olahraga,” ujar Sofyan Edi pada Selasa (20/10/2026).
Sofyan Edi memaparkan bahwa jumlah INORGA di Kota Malang mengalami perkembangan pesat. Jika awalnya hanya berjumlah 17 INORGA, kini telah berkembang menjadi sekitar 50 hingga 60 INORGA yang bergerak secara mandiri atas dasar hobi dan kesadaran masyarakat.
Ia menyampaikan, aktivitas di KORMI terbagi dalam tiga kelompok besar, yakni olahraga berbasis tradisi dan kearifan lokal, olahraga berbasis kesehatan dan kebugaran, serta olahraga berbasis tantangan dan petualangan.
“Karena di KORMI ini, bapak ibu sekalian, tidak saja membina olahraga, tapi juga olah rasa, olah jiwa. Sehingga tiga kelompok besar inilah yang kita wadahi di samping kearifan lokal yang ada, yang ada di Kota Malang. Sekarang tumbuh berkembang, banyak organisasi-organisasi yang secara mandiri, secara hobi, bersama-sama mengumpul mendirikan sebuah INORGA, Induk Organisasi Olahraga yang ada di Kota Malang,” ungkapnya.
Selain itu, Sofyan Edi menekankan pentingnya payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan di tingkat lokal. Menurutnya, regulasi tersebut saat ini juga tengah digagas di tingkat KORMI Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur.
“Tapi perda tentang keolahragaan di Kota Malang ini masih belum ada. Saya kira ini menjadi target utama dari insan olahraga yang ada di Kota Malang ini untuk bisa bersama-sama pemerintah maupun DPRD untuk bisa mewujudkan perda ini,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Sofyan Edi dan jajaran pengurus baru. Ia menyampaikan bahwa olahraga rekreasi merupakan kebutuhan penting karena sifatnya yang lebih mudah, simpel dan murah. Menurutnya, hal ini sejalan dengan program unggulan visi dan misi Wali Kota Malang serta Wakil Wali Kota Malang yakni dasa bakti untuk mewujudkan masyarakat sehat melalui Ngalam Tahes.
“KORMI merupakan olahraga rekreasi, jadi memang menjadi kebutuhan karena memang lebih muda, lebih simpel dan lebih murah dan kita bisa melaksanakan, juga tidak membutuhkan tempat, waktu, biaya, tenaga, dan ini bisa, yang penting kita bisa menyehatkan masyarakat, dan ini sejalan dengan dasa bakti saya dengan Mas Wakil Wali Kota untuk bisa menyehatkan masyarakat, salah satunya dengan olahraga rekreasi,” jelas Wahyu
Terkait dukungan anggaran dan regulasi, Wahyu menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa Pemkot Malang akan mengkaji dan menindaklanjuti payung hukum keolahragaan berdasarkan Perda Provinsi Jawa Timur yang sedang disiapkan, dengan opsi bisa melalui Perda Kota Malang maupun Peraturan Wali Kota Malang.
“Kita akan menyesuaikan tapi kalau memang boleh kita akan tindak lanjuti dengan Perda atau mungkin dengan Peraturan Wali (Perwal) Kota dan lain-lainnya. Kita mendukung Perda provinsi ini nanti untuk menjadi dasar kita terutama dalam pelaksanaan KORMI di Kota Malang,” kata Wahyu.
Sementara itu, Ketua KORMI Jawa Timur, Debi Sisilia Samoa, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan di Balaikota Malang ini merepresentasikan kuatnya dukungan pemerintah daerah sekaligus menandai babak baru organisasi KORMI.
“Pelantikan di balai kota ini merupakan representasi dari kuatnya dukungan Pemerintah Kota Malang sekaligus simbol dimulainya babak baru,” ungkap Debi.
Debi juga mengingatkan pentingnya koordinasi lanjutan bersama DPRD Jatim serta persiapan menghadapi Festival Olahraga Masyarakat Provinsi atau FORPROV di Kabupaten Jember pada akhir November mendatang. Menurutnya, KORMI mewadahi seluruh kalangan secara inklusif mulai dari anak-anak hingga lansia guna membangun kebersamaan, kebugaran, serta kecintaan terhadap olahraga tradisional.
“Olahraga masyarakat di bawah naungan KORMI tidak hanya berorientasi pada perolehan medali fisik, tetapi juga membangun kebersamaan, kebahagiaan jiwa, dan menumbuhkan cinta tanah air melalui pelestarian olahraga tradisional,” katanya.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru periode 2026–2031 ini, KORMI Kota Malang diharapkan mampu terus melahirkan program inovatif yang mendukung terwujudnya visi nasional menuju Indonesia Bugar Menuju Indonesia Emas Tahun 2045.
“Di bawah kepemimpinan pengurus baru, KORMI Kota Malang diharapkan terus menjadi motor penggerak gaya hidup sehat bagi seluruh masyarakat,” pungkas Debi. (NP/ FAS)
Reporter: Nugraha Perdana












