PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo dengan menggelar kegiatan sosialisasi dan senam bersama bertema “Sehat Bugar bagi Wanita Cantik Paripurna”.
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang didominasi guru PAUD dan TK se-Kota Probolinggo, berlangsung di Stadion Bayuangga, Sabtu (27/1/20252).
Acara berlangsung meriah dengan rangkaian senam bersama Sanggar Senam Elisabeth yang disambut antusias para peserta. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Siti Romlah, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Probolinggo Tri Yuli Rey Suwigtyo, serta narasumber nasional Direktur SEAMOLEC Dr. Cahya Kusuma Ratih.
Dalam sambutannya, dr. Evariani Aminuddin menyampaikan apresiasi kepada para pendidik perempuan yang dinilainya telah menjalankan peran penting secara paripurna, baik sebagai ibu, pendidik, maupun pilar keluarga. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan untuk menghakimi atau mengoreksi, melainkan mengajak perempuan menyadari potensi besar yang telah mereka miliki.

“Saya tidak ingin mengajari ibu-ibu apa yang harus diperbaiki. Saya justru ingin mengajak kita semua membuka kembali potensi yang selama ini sudah kita jalani dalam kehidupan sehari-hari. Mari bersyukur, karena ibu-ibu sudah berhasil menjalankan peran penting sebagai pilar keluarga,” tutur Evariani.
Menurutnya, keberhasilan ibu dalam mendidik anak dari tidak mampu menjadi mampu merupakan bukti kesehatan mental dan emosional yang terkelola dengan baik. Hal ini dinilai sangat relevan dengan peran guru PAUD dan TK yang setiap hari mendampingi anak usia dini dengan kesabaran dan empati tinggi.
“Sebagai pendidik, kita harus sehat mental dan emosional terlebih dahulu. Dan ibu-ibu semua sudah membuktikan itu. Tepuk tangan untuk ibu-ibu hebat,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Evariani juga mengajak para perempuan memaknai konsep paripurna secara utuh, mencakup kesehatan fisik, kekuatan mental, kematangan emosional, kepercayaan diri, hingga kedalaman spiritual. Menurutnya, rasa percaya diri lahir dari pengetahuan, pengalaman, dan kemauan untuk terus belajar sepanjang hayat.
“Perempuan memang tidak lepas dari perasaan, itu kodrat. Tapi jangan sampai perasaan negatif mengalahkan kebahagiaan kita. Wanita paripurna adalah perempuan yang mampu memberdayakan diri, menjadi mediator, dan memberi dampak positif bagi keluarga serta masyarakat,” katanya.
Ia turut menyinggung pentingnya merawat diri sebagai bentuk penghargaan terhadap peran perempuan.
“Kotanya bersolek, masa ibu-ibunya tidak? Perempuan adalah lambang keindahan. Ibu-ibu punya hak yang sama untuk sehat, percaya diri, dan tampil cantik,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kota Probolinggo Tri Yuli Rey Suwigtyo menegaskan bahwa kecantikan sejati tidak hanya dilihat dari fisik, tetapi juga terpancar dari kesehatan, sikap positif, dan kepercayaan diri perempuan dalam menjalani perannya.
Narasumber nasional, Dr. Cahya Kusuma Ratih, Direktur SEAMOLEC, turut memberikan motivasi terkait peran strategis perempuan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi. Ia juga memperkenalkan kiprah SEAMOLEC sebagai pusat regional pendidikan Asia Tenggara yang berada di bawah kepemimpinan perempuan.
Kegiatan ditutup dengan senam bersama yang penuh keceriaan. Momen tersebut menjadi simbol bahwa perempuan yang sehat, bahagia, dan percaya diri merupakan fondasi penting dalam melahirkan generasi masa depan yang kuat dan berkualitas. ig/fat












