LAN, Kemenimipas dan Pemkot Malang Gelar Gowes Kemanusiaan untuk Korban Bencana

Kegiatan Gowes Bersama.

MALANG, BERITAKATA.id – Lembaga Administrasi Negara (LAN) bersinergi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) serta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar aksi sosial bertajuk Gowes Bersama di Kota Malang pada Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan menggalang dana untuk membantu korban bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Acara ini melibatkan komunitas pecinta gowes di Jawa Timur.

Selain misi kemanusiaan, kegiatan ini bertujuan mempromosikan gaya hidup sehat dan keseimbangan dunia kerja atau work-life balance bagi para aparatur negara.

Sekretaris Utama LAN, Dr. Andi Taufik, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi kesehatan ganda.

“Gowes Peduli Bencana ini tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan jasmani, tetapi juga sebagai upaya menjaga kesehatan rohani melalui penanaman nilai empati di lingkungan birokrasi,” ujar Andi Taufik.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN RI, Dr. Agus Sudrajat, MA., menekankan kaitan antara kebugaran fisik dengan profesionalisme kerja.

“Aparatur yang sehat akan mampu menghasilkan kebijakan dan pelayanan publik yang lebih berkualitas serta berdampak luas bagi masyarakat,” kata Agus.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari agenda strategis daerah. Ia menyebutkan bahwa acara ini terintegrasi dengan program 1.000 Event Kota Malang untuk menggerakkan ekonomi dan kepedulian sosial.

“Kegiatan ini sejalan dengan upaya mendorong pola hidup sehat, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang tertimpa musibah,” jelas Wahyu Hidayat.

Dari sisi instansi hukum, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, Bc.IP., S.I.P., M.Si., menyatakan bahwa olahraga adalah instrumen untuk membangun integritas.

“Olahraga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan, memperkuat integritas, serta membangun semangat kerja dan kualitas pelayanan publik,” tegas Kadiyono.

Pembina Lodeh Cycling Club (LCC) Mojokerto, Dr. Akh. Jazuli, SH. M.Si., berharap aksi penggabungan hobi dan donasi ini terus berlanjut.

“Ke depan, diharapkan semakin banyak komunitas yang ikut berpartisipasi serta meramaikan kegiatan sosial seperti ini,” pungkas Jazuli.

Seluruh donasi yang terkumpul dalam acara ini akan disalurkan langsung kepada para penyintas bencana di Aceh dan Sumatera. Melalui kolaborasi lintas instansi ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif mengenai pentingnya sinergi dalam menangani persoalan kemanusiaan di Indonesia. ig/nn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *