MALANG, BERITAKATA.id – Salsabila Hadi, mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM), mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali perunggu pada ajang SEA Games 2025. Atlet asal Turen, Kabupaten Malang tersebut menempati peringkat ketiga pada nomor floor senam artistik putri.
Salsabila tampil kompetitif sejak babak kualifikasi. Pada hari pertama, ia turun di tiga alat dan berhasil mengamankan tiket final untuk dua nomor, yakni vault (meja lompat) dan floor. Di babak final vault yang berlangsung pada hari kedua, Salsabila finis di posisi keempat.
Pencapaian puncaknya terjadi pada final floor di hari ketiga. Meski pada babak kualifikasi ia berada di peringkat keenam, Salsabila berhasil memperbaiki performanya di final hingga mengamankan medali perunggu.
“Target awal saya hanya sampai babak final karena ini adalah debut saya di SEA Games. Namun, saya tetap berupaya tampil lepas dan memberikan yang terbaik. Alhamdulillah, hasilnya medali perunggu,” ujar Salsabila pada Selasa (23/12/2025).
Atlet berusia 20 tahun ini mengungkapkan bahwa persaingan di level Asia Tenggara sangat ketat. Menurutnya, atlet dari Filipina, Thailand, dan Singapura sebagai lawan terberat karena faktor pengalaman dan status mereka sebagai peraih medali emas pada ajang sebelumnya.
Bagi Salsabila, pengalaman di SEA Games 2025 menjadi parameter untuk pengembangan kariernya. Ia mencatat perlunya peningkatan pada aspek teknik, kompleksitas gerakan, serta kesiapan mental.
“Saya bisa melihat langsung kualitas gerakan lawan. Ini menjadi tolak ukur bagi saya untuk terus meningkatkan skill teknik dan persiapan mental di kejuaraan mendatang,” katanya.
Prestasi ini merupakan buah dari konsistensi Salsabila yang telah bergelut di dunia senam artistik selama 13 tahun, tepatnya sejak duduk di kelas 1 Sekolah Dasar. Debut profesionalnya dimulai pada ajang ASEAN School Games 2018 di Malaysia, di mana ia langsung menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perak untuk Indonesia.
Sebelum berlaga di SEA Games 2025, Salsabila menjalani rangkaian persiapan intensif. Dimulai dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Jakarta pada November, dilanjutkan dengan training camp di Surabaya. Ia juga sempat mengikuti kejuaraan internasional Pharaos Cup di Mesir dengan raihan satu medali perak dan satu medali perunggu.
Sebagai mahasiswi aktif di UM, Salsabila memiliki tantangan tersendiri dalam membagi waktu. Sejak semester pertama, ia sudah menjalani dispensasi kuliah karena harus memperkuat daerah di ajang PON dan berlanjut ke Pelatnas.
“Awalnya saya sempat khawatir dengan kelulusan kuliah karena kesibukan latihan. Namun, saya selalu membangun komunikasi intensif dengan dosen dan teman sekelas. Kuncinya adalah disiplin mengerjakan tugas tepat waktu setelah latihan selesai,” jelasnya.
Ia berharap keberhasilannya dapat memotivasi mahasiswa lain bahwa prestasi olahraga dan akademik dapat berjalan beriringan melalui manajemen waktu yang baik dan tekad yang kuat. Ke depan, Salsabila berharap dukungan fasilitas dan akademik bagi atlet mahasiswa terus diperkuat guna mendukung pencapaian prestasi di tingkat internasional.












