PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung visi-misi Bupati Probolinggo Gus Haris, salah satunya SAE Kesehatan. Yakni pengembangan sektor kesehatan yang terintegrasi dengan pariwisata dan teknologi, melalui sejumlah inovasi layanan yang menyasar warga dan wisatawan.
Salah satu terobosan adalah pembentukan dan launching Unit Kesehatan Wisata di berbagai destinasi wisata unggulan, seperti dalam Festival Seven Lakes 2025.

“Kami ingin memastikan wisatawan mendapatkan akses kesehatan saat berlibur. Kami mengerahkan tim Unit Kesehatan Wisata,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Proboliggo dr Hariawan Dwi Tamtomo.
Unit Kesehatan Wisata ini menyediakan layanan medis dasar, P3K, hingga evakuasi medis ringan, menjadikannya pusat kesehatan yang siaga di lokasi wisata.

Selain itu, ada “Mobi Screening” dan Kolaborasi Digital. Program Mobi Screening menjadi andalan untuk menjangkau masyarakat luas, termasuk di area terpencil.
Dengan menggandeng platform kesehatan digital seperti Alodokter, layanan skrining penyakit tidak menular (PTM) kini bisa diakses lebih mudah, bahkan melalui aplikasi mobile, memastikan deteksi dini dan tindak lanjut kesehatan yang cepat.
Lalu, mendorong Puskesmas menjadi pusat layanan 24 Jam. Terobosan ini menegaskan perannya sebagai ujung tombak pelayanan, puskesmas di seluruh Kabupaten Probolinggo kini ditargetkan secara beroperasi 24 jam untuk layanan gawat darurat.

“Ini wujud nyata dari komitmen kami agar tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapat layanan kesehatan di malam hari,” jelas Hariawan.
Selain itu, Bike to Work dari Pendopo ke kantor OPD menjadi bagian dukungan Dinkes untuk SAE Kesehatan.
Kegiatan rutin seperti Bike to Work yang dimulai dari Pendopo Kabupaten Probolinggo menjadi simbol kampanye gaya hidup aktif, di mana Dinkes turut menyediakan posko kesehatan ringan selama acara berlangsung. Bahkan, Kepala Dinkes dr Hariawan ikut gowes sambil mengunjungi puskesmas bersama Bupati Probolinggo Mohammad Haris alias Gus Haris.

“Program SAE (Sehat, Produktif, Berdaya Saing) Kesehatan ini tidak hanya menyentuh aspek pengobatan, tetapi juga promotif dan preventif, menjadikan kesehatan sebagai investasi utama pembangunan daerah, didukung penuh oleh Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh elemen pemerintah,” tegas Hariawan, Sabtu (6/12/2025). ig/fa












