PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Pengendara di Dusun Gilih, Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, kini bisa kembali bernapas lega.
Setelah sempat mengalami kendala ringan akibat baut pada jembatan semi permanen yang menjadi akses utama penghubung dengan Dusun Krajan kendur, jembatan tersebut akhirnya diperbaiki dan kini semakin kokoh serta aman dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.
Perbaikan cepat itu tak lepas dari peran Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo yang bergerak cepat setelah menerima laporan warga soal baut kendur.

Jembatan yang dibangun pada 3 Maret 2025 dan selesai pada 16 Mei 2025 itu sempat mendapat perhatian warga setempat karena adanya bunyi mencurigakan saat dilintasi.
Penyebabnya, baut pengunci balok kayu yang mulai kendur beberapa bulan setelah diresmikan. Kendala ini sempat membuat warga khawatir, mengingat jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama bagi sekitar 90 kepala keluarga di Dusun Gilih.
Beruntung, pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo segera melakukan perbaikan.
Kondisi jembatan kini semakin kokoh dan mampu menampung lalu lintas kendaraan seperti mobil dan sepeda motor. Warga pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian tersebut.

Sejumlah warga Desa Seboro dsn desa lainnya bersyukur dengan perbaikan jembatan tersebut yang bautnya sempat kendur.
Yulia Indah Suciati (23), salah satu warga, mengaku lega setelah perbaikan selesai.
“Sekarang sudah diperbaiki. Sudah bisa dilalui dengan aman dan nyaman,” ujarnya singkat, Selasa (4/11/2025).
Sementara itu, Mohammad Asim (50), menegaskan, jembatan di Seboro ini sekarang makin aman dan terasa lebih mantap.
“Mobil dan sepeda motor bisa lewat. Sudah diperbaiki sama pemerintah, jadi makin aman dan nyaman,” katanya.
Asim mengenang masa-masa sulit saat jembatan lama hanyut terbawa banjir dan warga harus membuat jembatan darurat dari bambu serta menyeberangi sungai dengan sampan, beberapa bulan lalu.
Bagi warga Dusun Gilih, keberadaan jembatan ini sangat vital. Sebelum diperbaiki, akses mereka terganggu dan aktivitas sehari-hari terganggu, termasuk transportasi hasil panen dan ternak.
Kini, dengan jembatan yang sudah diperkuat, mobilitas warga semakin lancar, dan mereka pun merasa lebih aman dan nyaman menjalani aktivitasnya.
Sahir, warga lainnya, semakin sering mengunjungi anak cucunya melewati jembatan tersebut.
“Selain digunakan warga bekerja dan anak-anak ke sekolah dan mengaji, saya bisa sering mengunjungi anak dan cucu lewat jembatan ini. Terima kasih Pemkab Probolinggo,” tegas Sahir. ig/fat/fa












