PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat paripurna Pandangan Umum Fraksi membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. Kegiatan berlangsung di ruang sidang utama DPRD, Senin (21/7/2025).
Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Didik Humaidi didampingi Wakil Ketua II HM Zubaidi dan Wakil Ketua III Sumarmi Rasit. Hadir pula Sekretaris Daerah Ugas Irwanto beserta jajaran OPD dan anggota dewan.
Dalam pandangan umum fraksi-fraksi, seluruh legislatif menekankan pentingnya penggunaan anggaran perubahan secara selektif dan tepat sasaran, mengingat wilayah Kabupaten Probolinggo yang luas dan beragam kebutuhan masyarakat, terutama di bidang infrastruktur jalan.
Didik Humaidi menyatakan, anggaran perubahan tahun ini diperkirakan bertambah sekitar Rp30 hingga Rp32 miliar.
Didik menegaskan, fokus utama penggunaan dana tersebut akan diarahkan pada sektor infrastruktur, menyusul keluhan masyarakat terkait kondisi jalan dan fasilitas umum lainnya.
DPRD juga menyoroti optimalisasi penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Salah satu usulan yang mendapatkan perhatian adalah pembangunan pabrik paving block dengan anggaran sekitar Rp6 miliar, yang diharapkan menjadi solusi penyediaan bahan bangunan jalan sekaligus meningkatkan perekonomian lokal.
Selain itu, DPRD menyambut baik rencana pendirian batalyon TNI AD baru di Kecamatan Krucil. Dewan mendorong pemerintah daerah segera memperbaiki akses jalan menuju lokasi batalyon, termasuk menyesuaikan lebar dan kelas jalan untuk kendaraan militer berat.
Wahid Nurahman dari Fraksi Golkar menegaskan, DPRD juga mendorong OPD agar program-program yang telah dirancang dapat dilaksanakan secara optimal, sehingga tidak ada sisa anggaran di akhir tahun. Efektivitas pelaksanaan program menjadi indikator penting dalam penyusunan kebijakan APBD 2026.
Wahid menambahkan, kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian menjadi pilar utama untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah. Pemerintah daerah juga diharapkan mampu memanfaatkan potensi wilayah, seperti sektor pariwisata dan UMKM, terutama di Krucil dan Tiris, menyambut hadirnya fasilitas militer baru yang diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian setempat. ig/fa












