PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Stadion Gelora Merdeka Kraksaan kini resmi menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUPP) mengambil langkah tegas untuk menata keberadaan para pedagang yang selama ini dianggap kurang teratur dan menimbulkan kesan kumuh di lingkungan stadion.
Inisiatif penataan ini bertujuan menciptakan suasana yang lebih rapi, nyaman, dan mendukung keberlanjutan Stadion Gelora Merdeka sebagai salah satu ikon kota. PKL yang terpaksa berjualan sembarangan kini akan dipindahkan ke sisi belakang stadion, tepatnya di area belakang Polsek Kraksaan, sebagai langkah awal menyiapkan penataan kawasan yang lebih sistematis.
“Selama satu bulan ke depan, para PKL ini akan beraktivitas di lokasi sementara. Kami sedang merancang konsep penataan yang lebih terorganisir, termasuk penyediaan fasilitas yang memadai seperti listrik dengan harga terjangkau dan air bersih,” ujar Kepala Dinas DKUPP, Taufik Alami, Sabtu (5/4/2024).
Pentingnya pengelolaan ini tidak hanya demi kenyamanan pedagang, tetapi juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Fasilitas yang sebelumnya dikelola secara pribadi oleh warga akan diambil alih oleh Pemkab, yang bertujuan menghadirkan kepastian dan kenyamanan bagi seluruh pihak.
Dengan penataan yang lebih profesional, diharapkan kawasan stadion tidak hanya menjadi tempat kegiatan olahraga dan hiburan, tetapi juga sebagai ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Kebijakan ini merupakan upaya Pemkab Probolinggo untuk menciptakan tata kelola yang lebih baik dan berkelanjutan.
Taufik menambahkan, “Kami menargetkan penataan ini mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan daerah, semua tanpa mengorbankan kenyamanan dan ketertiban masyarakat.”
Dengan langkah ini, kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan diharapkan dapat menjadi lebih bersih, nyaman, dan menarik bagi pengunjung sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi informal. ig/fa












