MALANG, BERITAKATA.ID – PLN dalam Program Zero Stunting Eggcellent memberikan bantuan ternak ayam petelur komunal sejumlah 2000 ekor di Desa Karangkates, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ternak ayam ini dijalankan oleh kelompok masyarakat desa.
Manager PLN ULP Sumberpucung, Rizky Tristania mengatakan, hasil telur akan dibagikan kepada balita terduga stunting secara gratis. Sementara sisanya akan dijual untuk menciptakan kemandirian ekonomi pada kelompok pengelola ternak.
“Jika dihitung secara ekonomi, bantuan TJSL berupa 2000 ekor ayam ini dapat memberikan omset hingga 1,8 juta perhari kepada kelompok pengelola, dimana penghasilan tersebut dapat digunakan kembali untuk kebutuhan pakan, pemeliharaan, hingga perawatan,” kata Rizky Tristania yang juga selaku perwakilan dari PLN UP3 Malang pada Senin (14/10/2024).
Dia menyampaikan, langkah inisiatif PLN ini untuk mendukung program pemerintah menuju zero stunting dengan menyediakan akses gizi yang lebih baik bagi anak-anak. Hal ini terutama di daerah-daerah dengan angka prevalensi stunting tinggi.
Sepanjang tahun 2024, PLN telah memberikan bantuan pencegahan stunting kepada 1533 anak-anak dalam 8 program yang tersebar seluruh Indonesia. Pihaknya optimis bahwa penanganan stunting yang efektif tidak hanya berfokus pada edukasi tentang gizi dan pemberian nutrisi makanan tambahan.
“Tetapi, juga memerlukan pendekatan yang lebih holistik, salah satunya adalah dengan memberdayakan masyarakat melalui program yang dapat menciptakan sirkular ekonomi demi keberlanjutan program,” katanya.
Program Zero Stunting Eggcellent juga membudayakan anak terduga stunting/ balita kategori pendek/ sangat pendek untuk mengonsumsi satu telur satu hari.
Budaya ini dibangun melalui pendekatan kepada orangtua melalui pembagian telur secara gratis selama 6 bulan kepada 250 anak. Program ini berjalan sejak Juli 2024.
“PLN mencetak 40 kader desa yang terdiri dari warga setempat. Kader-kader ini secara periodik dilatih dan diberdayakan untuk mengawal keberlanjutan program,” katanya.
Tugas kader adalah memastikan telur terdistribusi kepada penerima manfaat, melakukan pemeriksaan Kesehatan anak berkala, dan melaporkan hasil monitoring dan evaluasi.
“Selain dibagikan kepada anak terduga stunting, hasil telur juga dijual secara murah/ subsidi kepada warga miskin disekitar desa. Sehingga hal ini juga diharapkan dapat membantu kecukupan gizi warga setempat,” katanya.
Secara berkala, disampaikannya, PLN akan mengevaluasi grafik pertumbuhan anak sehingga pada akhir program dapat diukur keberhasilannya dalam pengentasan stunting.
Kepala Desa Karangkates, Sujono mengatakan, para orang tua dan warga desa tempatnya merasa sangat terbantu melalui pembagian telur gratis ini. Menurutnya, anak akan menjadi terbiasa mengonsumsi protein untuk kecukupan gizi harian.
“Ini adalah sebuah amanah kemanusiaan yang diserahkan PLN kepada desa kami. Warga kami terbantu mendapat pemasukan, anak-anak terbantu asupan gizi, warga bisa membeli telur secara murah, tentunya ini merupakan sebuah berkah yang perlu kami lanjutkan agar terus berjalan dan bermanfaat untuk banyak pihak,” kata Sujono. ig/dan
PLN Beri Bantuan 2.000 Ekor Ayam Dukung Program Zero Stunting Eggcellent di Kabupaten Malang
MALANG, BERITAKATA.ID – PLN dalam Program Zero Stunting Eggcellent memberikan bantuan ternak ayam petelur komunal sejumlah 2000 ekor di Desa Karangkates, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ternak ayam ini dijalankan oleh kelompok masyarakat desa.
Manager PLN ULP Sumberpucung, Rizky Tristania mengatakan, hasil telur akan dibagikan kepada balita terduga stunting secara gratis. Sementara sisanya akan dijual untuk menciptakan kemandirian ekonomi pada kelompok pengelola ternak.
“Jika dihitung secara ekonomi, bantuan TJSL berupa 2000 ekor ayam ini dapat memberikan omset hingga 1,8 juta perhari kepada kelompok pengelola, dimana penghasilan tersebut dapat digunakan kembali untuk kebutuhan pakan, pemeliharaan, hingga perawatan,” kata Rizky Tristania yang juga selaku perwakilan dari PLN UP3 Malang pada Senin (14/10/2024).
Dia menyampaikan, langkah inisiatif PLN ini untuk mendukung program pemerintah menuju zero stunting dengan menyediakan akses gizi yang lebih baik bagi anak-anak. Hal ini terutama di daerah-daerah dengan angka prevalensi stunting tinggi.
Sepanjang tahun 2024, PLN telah memberikan bantuan pencegahan stunting kepada 1533 anak-anak dalam 8 program yang tersebar seluruh Indonesia. Pihaknya optimis bahwa penanganan stunting yang efektif tidak hanya berfokus pada edukasi tentang gizi dan pemberian nutrisi makanan tambahan.
“Tetapi, juga memerlukan pendekatan yang lebih holistik, salah satunya adalah dengan memberdayakan masyarakat melalui program yang dapat menciptakan sirkular ekonomi demi keberlanjutan program,” katanya.
Program Zero Stunting Eggcellent juga membudayakan anak terduga stunting/ balita kategori pendek/ sangat pendek untuk mengonsumsi satu telur satu hari.
Budaya ini dibangun melalui pendekatan kepada orangtua melalui pembagian telur secara gratis selama 6 bulan kepada 250 anak. Program ini berjalan sejak Juli 2024.
“PLN mencetak 40 kader desa yang terdiri dari warga setempat. Kader-kader ini secara periodik dilatih dan diberdayakan untuk mengawal keberlanjutan program,” katanya.
Tugas kader adalah memastikan telur terdistribusi kepada penerima manfaat, melakukan pemeriksaan Kesehatan anak berkala, dan melaporkan hasil monitoring dan evaluasi.
“Selain dibagikan kepada anak terduga stunting, hasil telur juga dijual secara murah/ subsidi kepada warga miskin disekitar desa. Sehingga hal ini juga diharapkan dapat membantu kecukupan gizi warga setempat,” katanya.
Secara berkala, disampaikannya, PLN akan mengevaluasi grafik pertumbuhan anak sehingga pada akhir program dapat diukur keberhasilannya dalam pengentasan stunting.
Kepala Desa Karangkates, Sujono mengatakan, para orang tua dan warga desa tempatnya merasa sangat terbantu melalui pembagian telur gratis ini. Menurutnya, anak akan menjadi terbiasa mengonsumsi protein untuk kecukupan gizi harian.
“Ini adalah sebuah amanah kemanusiaan yang diserahkan PLN kepada desa kami. Warga kami terbantu mendapat pemasukan, anak-anak terbantu asupan gizi, warga bisa membeli telur secara murah, tentunya ini merupakan sebuah berkah yang perlu kami lanjutkan agar terus berjalan dan bermanfaat untuk banyak pihak,” kata Sujono. ig/dan












