MALANG, BERITAKATA.id – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus berupaya mengakselerasi literasi keuangan masyarakat termasuk kepada kalangan guru. Hal itu merupakan bagian dari sasaran prioritas penerima program edukasi berdasarkan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021-2025.
Kepala OJK Malang, Biger Adzanna Maghribi mengatakan, eksistensi sekolah dan guru menjadi salah satu faktor penting yang dapat mengakselerasi tingkat literasi keuangan. Hal itu untuk mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera.
OJK juga telah menyediakan Massive Open Online Course melalui Learning Management System (LMS) Edukasi Keuangan.
"LMS Edukasi keuangan ini merupakan suatu sistem pembelajaran mandiri dan pelatihan terintegrasi yang secara mudah dapat diakses secara online kapanpun dan dimanapun," kata Biger, Rabu (10/7/2024).
Perlu diketahui, OJK Malang menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Agen Literasi Keuangan kepada Kepala Sekolah se-Kota Batu pada hari Rabu, 10 Juli 2024. Acara tersebut terselenggara atas sinergi OJK Malang dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Batu.
Kegiatan yang dihadiri oleh Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai, 150 Kepala Sekolah TK, SD, SMP, dan SMA negeri dan swasta di Kota Batu ini juga diisi dengan sharing session bersama Certified Financial Planner dan tech-education specialist, penyampaian edukasi keuangan oleh OJK, serta BPD Jatim selaku perwakilan dari PUJK.
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan, inisiasi OJK Malang untuk memberikan edukasi keuangan yang komprehensif kepada Kepala Sekolah di Kota Batu dinilainya merupakan hal yang positif.
"Mari bersama-sama membangun budaya literasi keuangan yang kuat di kalangan pelajar Kota Batu, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan," kata Aries.
Dengan adanya kegiatan TOT ini, diharapkan para Kepala Sekolah di Kota Batu dapat menjadi Agen Literasi Keuangan bagi Guru dan Pelajar di Kota Batu. Diharapkan pelajar di Kota Batu dapat tumbuh sebagai generasi yang lebih cerdas dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya keuangan mereka.
Hal ini dianggap sebagai langkah awal yang penting dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera secara keseluruhan, dimulai dari pondasi pendidikan yang kuat dalam bidang keuangan.
Menurutnya, dunia pendidikan saat ini, dengan cepatnya perkembangan teknologi digital harus mampu bertransformasi. Sehingga, diperlukan kreativitas dan inovasi seluruh pengampu sekolah untuk bersama-sama mendidik Generasi Z saat ini.
Hal ini menggunakan teknologi digital dengan optimal dalam membangun generasi penerus yang berkualitas dan berkarakter.
"Generasi Z terlahir dengan kecerdasan dan terbiasa dengan teknologi. Oleh karena itu, pendidikan harus mampu menumbuhkan kreativitas dan inovasi, bukan hanya kecerdasan," jelasnya.
Pj Aries juga menambahkan, jika teknologi digital harus dimanfaatkan secara benar. Termasuk, memahami dampak yang timbul, seperti fenomena investasi dan pinjaman online (pinjol).
"Literasi keuangan dan transformasi digital adalah dua hal penting yang harus diperhatikan dalam pendidikan. Fenomena investasi online dan pinjol ini sudah masuk di dunia pendidikan. Oleh karena itu, penting dua hal tersebut kita pahami sehingga kita tidak salah mengambil langkah," katanya.
Dalam ToT ini, peserta mendapatkan informasi terkait waspada investasi dan pinjaman online, satu rekening satu pelajar, cerdas mengelola keuangan dan sekolah transformasi.ig/fa












