PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Jawa Timur, Siti Romlah menegaskan bahwa pihaknya bekerja secara profesional dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (P2DB).
Pihaknya juga menekankan kepada petugas operator untuk tidak melakukan kecurangan melalui server yang digunakan dalam proses P2DB tahun pelajaran 2024/2025.
Hal itu ditegaskan Romlah saat menanggapi sejumlah warga yang melakukan protes karena anaknya tidak masuk SMP yang diinginkan pada Kamis (4/7/2024).
"Kami pastikan tim bekerja secara profesional dan menekankan kepada operator untuk tidak melakukan kecurangan. Jika terbukti ada kecurangan, saya nonaktifkan sistem pada server tersebut," jelas Romlah.
Kepala Disdikbud Romlah menegaskan jika ada yang titip atau melakukan kecurangan, bisa melapor kepada dirinya.
Menurut Romlah, kasus seperti di atas merupakan kasus tahunan yang selalu diperdebatkan di masa P2DB.
P2DB sebenarnya semangatnya untuk menciptakan pemerataan pendidikan.
Saat ini, lanjut Romlah, tidak ada lagi sekolah dengan citra buruk. Sekolah negeri maupun swasta yang berada di bawah naungan Disdikbud, sama dan menggunakan kurikulum yang sama pula.
"Siswa di sekolah negeri belum tentu berprestasi. Siswa di sekolah swasta, juga belum tentu tidak berprestasi. Ini semua kembali kepada semangat belajar para siswa," tukas Romlah.
Sehingga, para wali murid tidak perlu khawatir bila anaknya belum diterima di sekolah negeri.
Angka kelulusan tingkat sekolah dasar tahun ini di Kota Probolinggo mencapai sekitar 4.000 pelajar. Dengan banyaknya peserta didik baru tersebut, ada 10 SMP negeri yang mampu menampung sebanyak 2.144 siswa.
Sedangkan untuk sekolah swasta, daya tampungnya sebanyak 4.200 siswa, dan mampu menampung angka kelulusan. ig/fa












