PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kapolres Probolinggo, Jawa Timur, AKBP Wisnu Wardana menyesalkan kejadian rombongan kendaraan Elf yang menerobos masuk lautan pasir Gunung Bromo yang videonya viral.
"Kami menyayangkan kejadian itu. Karena itu melanggar aturan yang berlaku di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)," ujar Wisnu saat dihubungi, Minggu (26/5/2024).
Pihaknya sudah bekerja sama dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait, mulai dari TNBTS, pengelola jasa wisata, paguyuban jip, dan sudah dilakukan mediasi dengan pihak agen travel.
"Juga dilakukan pembinaan terhadap agen travel yang melanggar tersebut. Situasi mediasi aman dan lancar. Pihak travel berjanji tidak akan mengulangi lagi kepada para stakeholder di kawasan Bromo," tegas Wisnu.
Ke depan Wisnu berharap kejadian serupa tidak terulang. Dia memilih lebih meningkatkan koordinasi dengan para pengelola kawasan Bromo dan pelaku jasa wisata agar kejadian serupa tidak terulang.
Atas kejadian itu, Wisnu meminta agar dijadikan pelajaran jika mau ke Bromo saat libur panjang.
Pelaku jasa travel yang akan datang ke Bromo diminta terlebih dulu berkordinasi dengan pengelola terkait jika ada musim liburan, karena dipastikan fasilitas dan kendaraan wisata ramai dan banyak digunakan.
"Ini perlu dikoordinasikan agen travel dengan pelaku wisata Bromo agar wisatawan yang dibawa tidak kecewa. Perlu dipersiapkan lebih baik. Agar kejadian serupa tidak terulang," tandas Wisnu.
Pasalnya, lanjut Wisnu, rombongan Elf menerobos masuk lautan pasir karena jip yang akan digunakan pada hari itu susah didapatkan karena banyak wisatawan yang pesan, mengingat hari itu libur panjang dan banyak ke Bromo.
Kendaraan Elf yang mengangkut para pelajar dari Tangerang Selatan ini berasal dari luar provinsi, saat datang ke Bromo jip wisatawan yang akan membawa mereka ke lautan pasir dan gunung Bromo, sudah susah diperoleh karena digunakan wisatawan lain.
"Makanya mereka para sopir Elf itu ngotot turun ke lautan pasir. Kemarin sudah disampaikan alasan mereka dan sudah dapat diterima oleh semua pihak. Ke depan kita lakukan evaluasi dan jika ada masalah yang sama harus punya solusinya," ujar Wisnu.
Perwira asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini berharap kejadian ini yang terakhir. Tidak terulang di kemudian hari. Makanya ke depan dia minta stakeholder harus lebih meningkatkan koordinasi dan kerja sama.
"Kami sudah berkoordinasi dan mengingatkan pihak TNBTS seandainya ada kejadian seperti ini segera menghubungi kami. Kami mensiagakan personel di kawasan Bromo setiap kali ada libur panjang. Jika ada kejadian serupa bisa menghubungi kami," tukas Wisnu.
Sebenarnya, Wisnu menceritakan, sudah ada pertemuan untuk koordinasi yang digelar TNBTS bersama stakeholder empat daerah pintu masuk Bromo pada awal 2024. Yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Lumajang.
"Stakeholder dari empat daerah sudah pernah diundang untuk koordinasi. Makanya karena sudah dilakukan koordinasi, bagaimana pengelolaannya. Kalau ada kejadian seperti ini, kan harusnya ada evaluasi. Ini contoh nyata masalah yang muncul. Agar tidak terus terulang," pungkas Wisnu.
Saat mediasi, perwakilan agen travel, Harun, meminta maaf atas kejadian tersebut. Dia mengaku tidak ada kesengajaan dan berniat membuat kegaduhan atas peristiwa yang terjadi.
Harun juga meneken surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya dan diserahkan kepada pihak TNBTS.
Diketahui, 22 Elf masuk lautan Pasir Bromo pada Kamis (23/5/2024). Videonya lalu viral dan panen sorotan dari netizen. ig/fa












