BONDOWOSO, BERITAKATA.id – Hari ke 15 Ramadan 1445 H, Pj Bupati Bondowoso, Jawa Timur, Bambang Soekwanto melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar dan SPBE Elpiji, Selasa (26/3/2023).
Itu dilakukan untuk mengetahui situasi harga bahan kebutuhan pokok menjelang hari raya Idul Fitri.
Sidah dilakukan dari Pasar Induk Bondowoso, kemudian menuju SPBE di Kecamatan Grujugan.
Setelah itu, Pj Bupati Bambang Soekwanto bersama rombongan menuju ke Pasar Induk Maesan, dan di akhiri dengan mengunjungi pangkalan Elpiji PT Rizki Jaya Makmur, Kelurahan Nangkaan.
Pj Bupati Bambang Soekwanto mengatakan, sidak dilakukan karena adanya keluhan masyarakat perihal susahnya mendapatkan gas Elpiji 3 kilogram.
Namun, setelah meninjau ke SPBE, pihaknya memastikan tak ada penahanan barang. Melainkan, karena permintaan elpiji yang kian meningkat.
"Kalau untuk stok sebenarnya aman, cuma memang mungkin permintaan dari masyarakat bertambah," ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), Sigit Purnama, mengatakan, kuota elpiji di setiap agen bervariatif.
Namun, karena kondisi ini pihaknya telah mengusulkan penambahan kuota yang bersifat fakultatif menjelang ramada.
"Kita sedang mengusulkan," tuturnya.
Sementara itu, Gustiar, Admin Agen Elpiji. PT. Rizki Jaya Makmur, di Kelurahan Nangkaan, mengatakan, dalam sehari pihaknya mendistribusikan 2.800 tabung gas melon secara rutin ke beberapa kawasan. Meliputi, Kecamatan Kota Bondowoso, Wringin, dan Tapen, dan lainnya.
"Semua wilayah kita ada sebenarnya," ujarnya.
Ia sendiri mengakui bahwa memang akhir-akhir ada peningkatan permintaan masyarakat banyak. Bahkan, diperkirakan bisa mencapai 200 tabung perhari.
Namun begitu, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya,. biasanya ada tambahan kuota jelang Idul Fitri.
"Kalau sampai 3 ribu mungkin bisa, cuma kita tidak ada barangnya (sekarang, red). Karena kita cuma 2.800 barangnya," jelasnya.
Menurutnya, harga satu tabung gas melon dari Agen ke pangkalan yakni Rp 14.500. Namun, pihaknya tak diperkenankan menjual ke masyarakat.
"Kita tidak jual, kita ada aturan dari Pertamina kalau agen tak boleh jual ke masyarakat langsung," jelasnya.
Sementara itu, Pj Sekda Bondowoso, Haeriyah Yuliati menghimbau, pelaku usaha restoran atau pun hotel untuk tidak menggunakan gas melon. Karena itu diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
"Kalau pelaku UMKM boleh, karena mereka pedagang kecil," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Bambang Soekwanto juga meninjau harga beras di pasar. Hasilnya, harga beras disebut turun mejadi Rp 15 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu per kilogram.
"Alhamdulillah harga beras turun," jelasnya.
Namun begitu, untuk mengantisipasi naiknya harga beras jelang Idul Fitri, p.ihaknya akan menggelar operasi pasar berbagai kebutuhan pokok di beberapa titik.
"Sampai h-2 nanti (operasi pasar)," pungkasnya. och/fa












