PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Untuk memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak perlu modal besar. Ketekunan dan kemauan juga bisa.
Hal itu dibuktikan UMKM Pusat Olahan Susu Sapi Pukid Desa Pujon Kidul, Kota Batu Jawa Timur.
UMKM ini kini menjadi perusahaan UMKM yang maju pesat. Dengan omzet puluhan juta perbulan.
Adapun produk olahan susu sapi berupa susu segar, susu pasteurise, yoghurt, stik susu, kerupuk susu, es krim susu, kuping gajah susu, permen susu, susu panas, dan tahu susu.
Produk ini laris hingga luar kota dan banyak digemari.
Amirul Muttaqin, Manajer Pusat Olahan Susu Sapi Pukid menegaskan, untuk merintis desa wisata dan UMKM, pelaku wisata ekonominya harus kuat.
“Amankan diri sendiri dulu. Amankan ekonomi keluarga. Ketika membangun dan merintis desa wisata dengan pelaku yang ekonominya kuat, baru bisa fokus membangun desa wisata,” kata Amirul kepada puluhan mitra binaan CSR PLN Nusantara Power UP Paiton Rabu (28/2/2024).
Mayoritas warga Desa Pujon Kidul bekerja sebagai peternak dan petani. Sehingga bahan baku olahan susu cukup beli dari warga sekitar. Sehingga terjadi simbiosis mutualisme.
Perjalanan Pukid juga tidak mudah. Dulu di awal merintis pada 2012, Amirul bikin stik habis satu kuintal tapi gagal.
“Bahkan, pemasukan tak sesuai omzet. Modal awal kita Rp 50 robu. Kadang pula karyawan makan sisa makanan tamu. Saat ini omzet Pukid bisa tembus Rp 40 juta per bulan,” jelas Amirul.
Produk Pukid kini hadir di seluruh pusat oleh-oleh se-Malang Raya. Bahkan, Pukid memiliki reseller di Surabaya dan Tulungagung.
Asisten Manajer Sipil, Umum dan CSR PLN Nusantara Power UP Paiton Wiji Dwi Purbaya mengharap dari studi banding ke Pukid, ada yang bisa ditiru dan diterapkan di desa binaan Nusantara Power.
“Pemdes bisa melakukan mapping potensi desa. Programnya seperti apa, personilnya bagaimana,” kata Wiji.
Setelah mapping, nanti bisa disiapkan konsep dan dikolaborasikan. Kebetulan hadir dalam kegiatan itu dari pihak Bapelitbangda, Dinkes, BPBD, dan DLH Pemkab Probolinggo. Ada juga 4 kades, sejumlah organisasi, dan para pelaku UMKM.
Kegiatan ini bagian dari program Penyusunan Rencana Kerja PLN NP UP Paiton 2024. Digelar di Batu 28-29 Februari 2024, kegiatan diikuti 50 peserta. ig/fa












