Minyak Jelantah Jangan Dibuang, Bisa Diolah Jadi Lilin dan Sabun, IFEC Gelar Pelatihannya

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Minyak goreng menjadi salah satu sumber limbah yang paling banyak dihasilkan dari rumah tangga. 

PT PE-POMI Paiton pun menggelar pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah melalui POMI Female Employee Club (IFEC), Jumat (16/2/2024). 

IFEC sendiri beranggotakan para karyawan wanita PT PE-POMI. Melalui program ini, mereka yang juga merupakan ibu rumah tangga bisa merubah limbah minyak jelantah menjadi barang yang serba guna. 

Ketua IFEC PT PE-POMI Paiton, Kanita Inomi menyebut, pihaknya menyadari kalau limbah minyak jelantah dapat mencemari lingkungan jika dibuang sembarangan, oleh karena itu, ia menghadirkan narasumber Founder Shanny Collagen Drink, Siti Nur Seha yang ahli dalam bidang riset dan pengembangan produk berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat untuk memberikan edukasi terkait pengolahan limbah minyak jelantah. 

Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari anggota IFEC dan juga anggota Paguyuban Istri Karyawan POMI (PIPMI) di gedung Rechall POH I. 

“Di sana mereka akan dilatih bagaimana cara membuat lilin aroma terapi maupun sabun yang berbahan dasar minyak jelantah, namun di kegiatan kali ini kami lebih berfokus ke pembuatan lilin aroma terapi. Kegiatan ini juga digelar untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN),” jelas Kanita. 

Kanita berharap, para peserta akan jadi lebih sadar terhadap limbah rumah tangga dan bisa menjaga lingkungan. 

Menurutnya, limbah minyak jelantah itu biasanya dibuang begitu saja karena mereka belum tahu kalau limbah tersebut bisa menjadi barang yang sangat bermanfaat. 

Kanita menambahkan, minyak jelantah yang dibuang sembarangan bisa memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Di antaranya, menyumbat saluran air, merusak kualitas air dan tanah serta mencemari sungai dan laut sehingga bisa merusak ekosistem alam. 

Diperkirakan, di Kabupaten Probolinggo sendiri bisa menghasilkan 300.000 liter minyak jelantah setiap tahunnya. 

Narasumber pun menjelaskan bagaimana cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi.

Seha menuturkan, kita bisa mencampurkan minyak jelantah dengan soy wax atau parafin menggunakan perbandingan 2:1:1.

“Membuatnya sangat mudah. Panaskan campuran bahan hingga tercampur. Teteskan essential oil sesuai selera, tuangkan cairan lilin aroma terapi ke dalam wadah yang sudah disediakan dan juga pasang sumbu lilinnya,” jelas Seha. 

Anggota IFEC, Estu Mulyaningsih mengaku sangat senang dengan adanya pelatihan pengolahan minyak jelantah ini. 

“Biasanya saya seminggu bisa menghabiskan kurang lebih 4 liter minyak jelantah dan dibuang begitu saja karena belum tahu pemanfaatannya seperti apa. Acara ini sangat keren. Terima kasih pengurus sudah mengadakan kegiatan ini karena sangat berguna bagi kami yang juga ibu rumah tangga,” tutur Estu. 

Sementara itu, Ketua PIPMI PT PE-POMI, Esti Kurnia Putri yang turut menjadi peserta dalam pelatihan itu menyebut kegiatan yang digelar oleh IFEC saat itu sangat menarik. 

“Limbah minyak jelantah ini sangat banyak dihasilkan dari limbah rumah tangga. Selama ini limbah minyak jelantah ini kami diamkan begitu saja karena biasanya di tempat tinggal kami ada pengumpulan limbah minyak jelantah. Dengan kegiatan ini kami bisa mendapatkan pandangan baru,” ucap Riki, sapaannya. ig/fat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *