Jembatan Seboro Krejengan Putus, 215 Warga Tak Bisa Ke Mana-mana

Jembatan di Dusun Gilih, Seboro, putus membuat warga tak bisa ke mana-mana.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Hujan deras yang terjadi pada Rabu (5/2/2025) malam membuat puluhan desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Probolinggo terendam banjir.

Tidak hanya merendam pemukiman warga, banjir tersebut juga merusak dua jembatan yang membuat sejumlah warga terisolasi. Mereka tak bisa ke mana-mana.

Jembatan rusak terparah berada di Dusun Gilih, Desa Seboro, Kecamatan Krejengan. Jembatan sepanjang 12 meter terputus, sehingga membuat 215 warga terisolasi. Sehingga mereka tidak bisa melanjutkan keperluan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Sebab, jembatan itu satu-satunya jembatan yang menghubungkan warga Dusun Gilih dengan wilayah luar.

Dari 17 desa di Kecamatan Krejengan, sebanyak 13 desa terendam banjir.

Penjabat Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir yang mengguncang Kecamatan Krejengan pada Kamis (6/2/2025) dini hari.

Kunjungan ini bertujuan untuk menilai dampak yang ditimbulkan oleh bencana dan mengambil langkah-langkah mitigasi.

Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian adalah jembatan Seboro, yang putus akibat terjangan banjir. Jembatan ini berfungsi sebagai akses vital bagi masyarakat untuk terhubung ke jalan raya, sehingga kerusakannya berdampak signifikan terhadap mobilitas warga setempat.

“Tim BPBD dan instansi terkait sedang melakukan asesmen terhadap dampak bencana di beberapa lokasi yang terdampak. Kami akan merinci kerugian yang terjadi dan mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan,” ungkap Ugas, Kamis (6/2/2025).

Ia menambahkan, langkah darurat segera diambil dengan pembuatan jembatan sementara dari bambu.

Selain insiden jembatan, Ugas juga menerima laporan mengenai bencana longsor dan rumah roboh yang terjadi di beberapa desa.

“Seluruh lokasi yang terdampak akan ditinjau secara langsung. Pemerintah daerah siap mencatat segala kebutuhan masyarakat untuk segera ditindaklanjuti,” terangnya.

Ugas lebih lanjut mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana di tengah cuaca yang tak menentu.

Meski kondisi terkini banjir sudah surut, namun cuaca ekstrem yang tidak menentu diharapkan terus diwaspadai.

“Kami mengajak seluruh warga Kabupaten Probolinggo untuk berhati-hati, tidak membuang sampah sembarangan, dan waspada terhadap kondisi lahan yang rawan longsor. Di saat sulit ini, mari kita bersatu, saling peduli, dan bergotong royong agar Kabupaten Probolinggo tetap kondusif,” tutup Ugas. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *