PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Aqila, bocah 8 tahun di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, senang bukan kepalang, Sabtu (6/4/2024).
Pasalnya dia mendapatkan uang total senilai Rp 58.000 hasil dari tradisi bibibi. Bibibi adalah tradisi warga desa setempat saat warga bersedekah uang kepada puluhan bocah yang datang ke tiap rumah pada 27 Ramadan.
Aqila yang sedang berpuasa berjalan dari rumah ke rumah mengambil sedekah warga selama 2 jam, meski cuaca pada saat itu sangat panas dan terik.
"Alhamdulillah dapat Rp 58.000 dari bibibi. Panas, haus, dan capek tapi senang bisa dapat uang banyak. Hehehe," kata Aqila sambil tersenyum malu dan menyeka keringat.
Aqila tidak sendirian. Ada sekitar 20-an bocah yang keliling rumah warga menjemput bibibi kepada warga.
"Uangnya nanti buat beli cokelat, permen, sosis dan kembang api saat Lebaran," tukas Aqila.
Oktavia (37), warga yang rumahnya juga didatangi anak-anak tersebut menjelaskan bahwa nilai uang yang diberikan kepada anak tersebut tidak seberapa.
Namun, rasa bahagia dan keceriaan anak-anak di bulan Ramadhan itu juga membuatnya merasakan kebahagiaan.
"Kita juga merasa senang dapat berbagi, bentuk syukur kepada Allah. Bibibi juga menjadi pesan moral agar kita saling menjaga anak tetangga. Anak kita kan mainnya ke tetangga sehingga orang tua tidak bisa memantau terus-menerus, maka tetanggalah yang ikut menjaga," tegasnya.
Warga Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mempunyai tradisi unik pada tiap tanggal 27 Ramadhan. Tak terkecuali pada 27 Ramadhan 1445 Hijriyah tahun ini.
Tradisi unik itu bernama bibibi, yaitu sekumpulan anak kecil yang mendatangi tiap rumah warga untuk mengambil sedekah. Mereka mengepung dan meminta uang dengan wajah riang dan cekikian. Bibibi mulai sejak usai sholat Dzuhur. Awalnya anak-anak berkumpul di sebuah gang untuk menyatukan barisan. Sekitar 20 anak mulai usia 3 sampai 12 tahun lalu berjalan mengelilingi sekitar 40 rumah dalam satu RT.
Anak kecil mengetuk rumah warga. Warga pun tersenyum dan langsung membagikan uang pecahan Rp 2.000-5.000 pada tiap anak.
Anak kecil yang menerima bibibi tersebut menyambut uang kertas dengan gembira dan ramai.
Raut wajah sumringah dan senang tiada tara terlihat di wajah mereka saat mengikuti tradisi bibibi bersama-sama. Terik matahari tak menghentikan langkah mereka merawat tradisi bibibi.
Disebut tradisi bibibi karena dulu anak kecil memanggil bibi kepada wanita yang dimintai uang. Uang bibibi yang menyerahkan adalah ibu-ibu rumah tangga, sehingga tradisi bibibi, anak kecil yang memanggil bibi kepada ibu-ibu rumah tangga untuk minta uang.
Warga bersedekah kepada anak-anak kecil untuk menyenangkan hati anak-anak tersebut lewat bibibi. Anak-anak juga gembira menerimanya. Karena namanya anak-anak pasti senang mendapat uang. ig/fa












