DKUPP Kabupaten Probolinggo Gelar Pasar Murah di 24 Kecamatan Selama Ramadhan

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur, melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) menggelar Pasar Murah di 24 kecamatan selama dua pekan bulan Ramadan 1445 H/2024. 

Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa membeli komoditas pangan sesuai standar. Juga untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memenuhi kebutuhan bahan pokok selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

Kabid Perdagangan DKUPP Kabupaten Probolinggo, Mehdinsareza Wiriarsa menyebut, pasar murah bersubsidi ini digelar di 24 kantor kecamatan se-Kabupaten Probolinggo dari tanggal 13 sampai 26 Maret 2024.

“Dalam sehari, kami menggelar pasar murah di dua kantor kecamatan yang sudah terjadwal. Masyarakat hanya perlu membawa fotocopy KTP untuk membeli bahan pokok murah ini,” jelas Reza saat ditemui di pasar murah yang digelar di Kantor Kecamatan Kraksaan, Kamis (14/3/2024).

Adapun bahan pokok yang dijual berupa komoditas, yang berdasarkan analisa Badan Pusat Statistik, yang menyumbang inflasi tertinggi, yakni beras medium, minyak goreng dan gula pasir.

DKUPP menjual bahan pokok tersebut dalam bentuk paket untuk menghindari pembeli yang memborong. 

Masyarakat cukup membawa uang Rp 83.000 untuk mendapatkan satu paket sembako yang terdiri dari 5 Kg beras, 1 liter minyak dan 1 Kg gula pasir.

DKUPP menyediakan 3.042 paket bahan pokok murah untuk dijual kepada masyarakat di seluruh kecamatan. 

“Ini untuk menekan harga dan menjamin ketersediaan komoditas pangan di masyarakat. Kami memberikan subsidi sebesar Rp 26.000 untuk satu paket. Untuk harga kami menyesuaikan dengan harga pasaran di setiap kecamatan. Tapi intinya, kami tetap memberikan subsidi sebesar Rp 26.000,” jelas Reza.

Sementara Camat Kraksaan, Puja Kurniawan mengatakan, dirinya merasa bangga dan berterima kasih kepada Pemkab Probolinggo dengan adanya pasar murah ini.

Menurutnya, kebijakan Pemkab Probolinggo dalam menggelar pasar murah ini sudah tepat. Pasalnya, saat ini harga komoditi di tengah masyarakat memang cukup mahal mengingat saat ini juga bulan Ramadan.

“Ini sangat membantu dan meringankan masyarakat. Harapannya ada gelombang berikutnya mengingat antusiasmd masyarakat yang saya lihat memang sangat tinggi. Saya harap untuk komoditi yang dijual bisa lebih beragam seperti telur dan ayam,” tandas Puja.

Di tempat yang sama, warga Desa Bulu, Kraksaan, Bagus menyebut, harga komoditi yang dijual di pasar murah gelaran DKUPP Kabupaten Probolinggo memang sangat berbeda dengan harga pasaran pada umumnya.

“Terakhir saya beli beras medium itu Rp 14.000 per kilogramnya. Ini total saya beli satu paket cuma Rp 83.000. Untuk Pemkab Probolinggo, terima kasih sudah membantu masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan, terutama di bulan Ramadan ini,” tutur Bagus.

Tanggapi Inflasi dan Cegah Tengkulak

Di sisi lain, Kepala DKUPP Taufik Alami menegaskan, untuk Pasar Murah Ramadhan 1445 H ini, kuota masing-masing kecamatan sebanyak 3.042 paket. Setiap orang hanya bisa membeli 1 paket seharga Rp 83.000, terdiri dari beras medium kemasan 5 kg, minyak goreng kemasan botol 1 liter dan gula kemasan 1 kg.

Pasar Murah Ramadhan 1445 H ini bisa dibeli oleh seluruh masyarakat yang berdomisili di kecamatan tersebut dengan membawa foto copy KTP. Pembelian per orang maksimal 1 pack (kemasan)/komoditi dan membawa kantong belanjaan sendiri.

"Kegiatan ini bertujuan bagaimana mengendalikan laju inflasi di bulan suci Ramadhan. Sebab memang ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga. Tugas pemerintah adalah membuat stabil harga-harga bahan pokok tersebut sehingga masyarakat dapat menjangkau. Sehingga harga bahan pokok tersebut sesuai harga standar," ujar Taufik. 

Taufik menerangkan kegiatan ini dilaksanakan di 24 kecamatan dengan syarat-syarat tertentu. Artinya khusus pembeli memiliki KTP Kabupaten Probolinggo untuk menghindari dibeli oleh para tengkulak.

Kalau dibeli oleh para tengkulak, nanti malah dijual lagi dengan harga lebih mahal lagi. Karena ini sistemnya pemerintah memberikan subsidi kepada masyarakat agar mampu membeli barang atau bahan pokok sesuai standar. 

Dengan diadakannya pasar murah ini, Taufik mengharapkan masyarakat Kabupaten Probolinggo dapat mencukupi kebutuhan bahan pokoknya dengan harga murah sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam rangka menangani inflasi.

“Harapan saya kegiatan pasar murah ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat Kabupaten Probolinggo. Mari manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dengan datang di kantor kecamatan masing-masing,” tegasnya.

Pelaksanaan pasar murah berlangsung di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. 

Dari data DKUPP, tanggal 13 Maret 2024 di Kecamatan Paiton dan Kotaanyar, tanggal 14 Maret 2024 di Kecamatan Kraksaan dan Pajarakan, tanggal 15 Maret 2024 di Kecamatan Pakuniran dan Besuk, tanggal 16 Maret 2024 di Kecamatan Gading dan Krejengan, tanggal 18 Maret 2024 di Kecamatan Dringu dan Gending dan tanggal 19 Maret 2024 di Kecamatan Maron dan Banyuanyar.

Selanjutnya, tanggal 20 Maret 2024 di Kecamatan Tegalsiwalan dan Leces, tanggal 21 Maret 2024 di Kecamatan Lumbang dan Sukapura, tanggal 22 Maret 2024 di Kecamatan Bantaran dan Wonomerto, tanggal 23 Maret 2024 di Kecamatan Tongas dan Sumberasih, tanggal 25 Maret 2023 di Kecamatan Krucil dan Tiris serta tanggal 26 Maret 2024 di Kecamatan Kuripan dan Sumber. ig/**/fat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *