PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Sedikitnya 70 orang pejabat eselon III mendaftarkan diri sebagai calon pejabat eselon II Pemkab Probolinggo.
Mereka berlomba-lomba untuk menduduki 10 posisi Pimpinan Tinggi Pratama dalam seleksi terbuka (Selter) yang digelar Pemkab Probolinggo.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Probolinggo Syamsul Huda mengatakan, ada 70 orang yang mendaftar dalam selter tersebut.
Semua pejabat selon 3 yang mendaftar tersebut merupakan pejabat dalam daerah.
Artinya tidak ada pejabat dari luar kota yang mendaftar.
“Ada 70 orang pendaftar. Mereka dari Pemkab Probolinggo,” kata Syamsul saat dihubungi Rabu (7/2/2024).
Syamsul menambahkan, setelah pendaftaran, tahap berikutnya adalah asesmen. Asesmen adalah syarat utama suatu instansi untuk melakukan promosi, rotasi dan mutasi pejabat.
Asesmen tersebut akan digelar di Surabaya dan diikuti oleh 54 orang.
Adapun lowongan 10 jabatan eselon II yang diperebutkan yaitu Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Pembangunan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM.
Lalu posisi Inspektur, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Kepala Dinas Sosial.
Kemudian Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur UOBK RSUD Waluyo Jati.
Motif para pejabat eselon III tersebut tidak semuanya murni mengincar posisi jabatan eselon II. Ada yang mendaftar untuk sekedar memenuhi kuota. Ada pula yang tidak ikut karena usia sudah tidak memenuhi syarat.
Namun tak sedikit yang berambisi mengincar posisi jabatan eselon II yang dibuka di era Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto tersebut.
A, seorang pejabat eselon III mengaku mendaftar asesmen di OPD tertentu lantaran diminta ikut mendaftar agar kuota terpenuhi dan asesmen bisa dilanjutkan.
“Usia saya sudah tidak memungkinkan. Namun saya tetap mendaftar agar asesmen tidak mengganggu tahapan,” kata A.
Sedangkan B, pejabat eselon III lainnya terlihat berambisi mengikuti seleksi terbuka tersebut.
“Saya ingin mengetahui kemampuan diri apakah layak atau tidak menduduki posisi eselon Ii. Dengan pengalaman yang saya miliki saya mampu dan tertarik mendaftar sebagai pejabat Pimpinan Tinggi Pratama,” kata B.
Sedangkan C, salah satu pejabat eselon III lainnya mengaku ikut selesai terbuka agar saat pensiun nanti setidaknya bisa tercatat sebagai pensiunan eselon II.
Adapun D, pejabat senior eselon III tidak mendaftar karena usia sudah lewat.
“Usia saya sudah melewati ambang batas. Mungkin harus hidup saya tidak sampai eselon II. Tapi saya jalani saja dengan mengalir. Saya nikmati dan jalani amanah saya yang diemban saat ini,” jelas D.
Diketahui, pendaftaran asesmen dimulai 22 Januari hingga 5 Februari 2024. Pendaftaran dilakukan di kantor BKPSDM Kabupaten Probolinggo.
Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto berharap dari hasil seleksi terbuka tersebut menghasilkan pejabat yang berkompeten dan bekerja keras untuk membawa Kabupaten Probolinggo maju lebih cepat.
“Sekarang sudah bukan zamannya lagi berleha-leha. Butuh kerja keras dan semangat tinggi dalam memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Probolinggo. Kami ingin menghasilkan pejabat eselon II yang terbaik dari seleksi terbuka kali ini,” kata Ugas. ig/fa












