Jumlahnya Menentukan, Mappilu Probolinggo Dorong Pemilih Pemula Sukseskan Pemilu 2024

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Ketua Mappilu PWI Probolinggo Raya Ahmad Faisol meminta KPU Kota Probolinggo mendorong keterlibatan pemilih pemula pada Pemilu 2024. 

Pasalnya, jumlah pemilih generasi Milenial dan Z mencapai 55% dari DPT nasional sebanyak 204 juta. 

Hal itu dia tegaskan dalam media gathering yang digelar KPU Kota Probolinggo. 

"Pemilih pemula dan muda harus didorong menyukseskan Pemilu untuk menghasilkan pemimpin berkualitas. Apalagi jumlah mereka sangat dominan, sangat menentukan," kata Faisol. 

Mappilu mengatakan kesiapan turut membantu pemilih pemula agar turut andil menggunakan hak suaranya dalam kontestasi 2024. 

"Kami bantu melalui pemberitaan agar pemilih pemula terlihat dalam menyukseskan Pemilu. Kam juga memantau pelaksanaan pemilu yang demokratis, tentram, jujur dan adil," kata Faisol. 

Pengurus Mappilu kemudian menyerahkan SK kepengurusan kepada komisioner dan memperkenalkan Mappilu kepada audiens. Disajikan Ketua Mappilu PWI Jatim Mahmud Suhermono dan Ketua PWI Probolinggo HA Suyuti. 

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo menggelar media gathering terkait sosialisasi Pemilu 2024, di BJBR Sabtu (23/12/2023) malam. 

Sosialisasi dihadiri oleh jajaran komisioner KPU, ratusan PPK dan PPS se-Kota Probolinggo, puluhan awak media, dan Ketua Mappilu Jawa Timur, Mahmud Suhermono. 

Di sela-sela kegiatan, pengurus Masyarakat dan Pers (Mappilu) PWI Probolinggo Raya mendapatkan kesempatan memperkenalkan Mappilu dan mewarnai pesta demokrasi pada Pemilu 2024. 

Komisioner KPU Kota Probolinggo Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, Radfan Faisal mengatakan, selain mempererat hubungan dengan rekan jurnalis, kegiatan ini menjadi platform vital untuk menyampaikan informasi terkait tahapan Pemilu 2024.

Radfan mengingatkan tahapan kampanye, khususnya regulasi iklan di media massa.

Ia menekankan larangan-larangan yang perlu diikuti, sambil mengapresiasi peran Mappilu PWI dan awak media lainnya. 

"Kami berharap Mappilu memberikan kontribusi dalam kontrol sosial, pendidikan politik, dan penyebaran informasi," ujar Radfan.

Mahmud Suhermono yang menjadi narasumber dalam kegiatan, menekankan urgensi pendidikan politik kepada pemilih milenial dan gen Z. 

"Dengan lebih dari 55 persen jumlahnya, mereka menjadi penentu pemenang pemilu," terang Mahmud. 

Mahmud menekankan peran media dalam mengimbangi informasi di media sosial yang rawan hoax dan ujaran kebencian.

Mahmud meminta Mappilu Probolinggo untuk mengambil langkah strategis dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya generasi milenial dan generasi Z atau Gen Z.

"Media massa atau mainstream diharapkan dapat menjadi penyeimbang informasi di era digital ini, di mana referensi pemilih semakin dipengaruhi oleh media sosial," pungkas Mahmud. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *