PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Muchlis, menyoroti lambatnya penanganan darurat medis terhadap korban kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo, pekan lalu,yang terpaksa dievakuasi menggunakan mobil pikap. Peristiwa tersebut mengakibatkan 4 orang meninggal dunia, 2 orang luka-luka.
Muchlis meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo mengevaluasi pelayanan Puskesmas Sukapura.
Kritik tersebut disampaikan Muchlis setelah menerima keluhan langsung dari keluarga korban mengenai respons layanan ambulans saat kondisi darurat.
“Dari informasi yang kami terima, korban harus dievakuasi menggunakan kendaraan angkutan umum jenis pick-up karena ambulans Puskesmas Sukapura tidak tersedia atau terlambat memberikan respons,” tukas Muchlis, Senin (19/10/2026).
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Muchlis berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo untuk meminta evaluasi terhadap pelayanan dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menangani kondisi darurat.
“Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo merespons desakan itu dengan berjanji memanggil Kepala UPTD Puskesmas Sukapura untuk mengevaluasi kinerja operasional serta penanganan pasien dalam situasi darurat,” jelas Muchlis.
Muchlis juga mengingatkan bahwa kesiapsiagaan perlu ditingkatkan oleh seluruh puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kabupaten Probolinggo dalam memberikan pelayanan medis, terutama saat terjadi kecelakaan, bencana, maupun kondisi gawat darurat lainnya.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecepatan respons petugas kesehatan dan memastikan ketersediaan layanan ambulans bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera. ig/fa












