MALANG, BERITAKATA.id – Sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Malang, Jawa Timur terpantau belum memenuhi pagu untuk kelas satu pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kondisi ini salah satunya terjadi di SDN Kiduldalem 1 yang tercatat hanya menerima 8 murid baru hingga masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) masih berlangsung pada Rabu (15/7/2026).
Kepala Sekolah SDN Kiduldalem 1 Kota Malang, Frida Yossi, mengungkapkan bahwa jumlah penerimaan murid baru tahun ini mengalami penurunan sekitar 50 persen dibandingkan tahun ajaran sebelumnya.
“Saat ini untuk yang kelas 1 jumlahnya 8 murid. Tahun 2025 kemarin sebanyak 15 murid. Sementara untuk tahun 2024 lalu ada sekitar 9 murid yang saat ini duduk di kelas 3,” ungkap Frida, Rabu (15/7/2026).
Menurunnya jumlah pendaftar ini, menurut pengamatan pihak sekolah, sangat dipengaruhi oleh faktor demografi di kawasan sekitar. Populasi anak usia sekolah di lingkungan tersebut berkurang karena minimnya generasi muda di usia produktif yang menetap di wilayah tersebut.
Meski jumlah murid baru sangat minim, Frida menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) akan tetap berjalan sesuai prosedur. Kegiatan MPLS juga tetap dilaksanakan secara normal di sekolah.
“Tetap dilanjutkan, karena secara prosedur kelangsungan kegiatan belajar mengajar tetap berlanjut. MPLS ini juga tidak hanya untuk kelas 1 saja, tetapi juga untuk kelas 2 sampai 6 selama lima hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang,” jelasnya.
Pihak SDN Kiduldalem 1 sebelumnya tidak tinggal diam menyikapi sepinya pendaftar SPMB 2026. Frida memaparkan bahwa sekolah telah melakukan berbagai upaya jemput bola untuk memenuhi pagu. Salah satu langkahnya adalah dengan mendatangi empat Taman Kanak-Kanak (TK) di sekitar. Pihak sekolah melakukan sosialisasi secara langsung kepada para murid dan wali murid di TK tersebut.
Kondisi belum terpenuhinya pagu ini juga telah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Sesuai arahan dari dinas terkait, pihak sekolah diminta untuk terus melakukan usaha-usaha guna memenuhi pagu yang tersedia.
Kedepannya, pihak sekolah berencana akan merancang strategi promosi tambahan di tahun-tahun mendatang agar target pagu bisa tercapai.
Untuk diketahui, pagu maksimal murid baru kelas 1 di SDN Kiduldalem 1 adalah sebanyak 28 anak. Oleh karena itu, Frida menegaskan bahwa pihaknya masih membuka pendaftaran bagi calon murid baru kelas 1 selama pagu tersebut belum terpenuhi.
“Kalau selama pagu masih ada, kami bersedia menerima. Catatannya bukan pindahan dari sekolah lain, karena kalau pindahan harus menyelesaikan satu semester terlebih dahulu. Jadi yang kami terima benar-benar seperti dari lulusan TK atau yang belum sekolah sama sekali untuk kelas 1,” tutup Frida. (NP/ FAS)
Reporter: Nugraha Perdana












