PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Zumrotul Anis dari Sekretariat DPRD Kabupaten Probolinggo dinobatkan sebagai Bendahara Pengeluaran Terbaik 2026. Penghargaan diserahkan BPPKAD Kabupaten Probolinggo saat Pembinaan Penatausahaan Keuangan bagi Pejabat Pengelola Keuangan Daerah di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati, Kamis (18/6/2026).
Posisi kedua diraih Diesy Kurniasari dari BKPSDM dan ketiga Farida dari DPUPR. Total 162 peserta hadir, terdiri dari Kasubbag Keuangan, bendahara pengeluaran, bendahara pengeluaran pembantu, dan operator SIPD seluruh OPD.
Sekda Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto yang membuka kegiatan menekankan pentingnya kedisiplinan bendahara.
“Penjenengan semua adalah perintis dan pendobrak pengelolaan keuangan daerah. Tidak akan ada kepala OPD sukses tanpa dukungan pengelolaan keuangan yang baik,” ujarnya usai memberikan penghargaan.
BPPKAD juga memberi penghargaan kategori lain. Operator Terbaik: 1. Muhammad Idris – Disdikbud, 2. Yuliana Eka Putri Dewi Ningsih – BPPKAD, 3. Rusli Rizal – Kec. Tongas. Bendahara Penerimaan Terbaik: 1. Sri Lestari – Disperkimtan, 2. Ulfa Hikmatul Fauziah – BPPKAD, 3. Ervantoro – Dishub.
Kepala BPPKAD Kristiana Ruliani menyebut pembinaan fokus pada tindak lanjut rekomendasi BPK, serapan anggaran, dan optimalisasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah atau KKPD. Hingga 17 Juni 2026 realisasi pendapatan Rp927,89 miliar atau 39,88% dari target Rp2,32 triliun. Realisasi belanja Rp925,99 miliar atau 38,61% dari anggaran Rp2,39 triliun. Transaksi KKPD per 30 Mei 2026 tembus Rp796,18 juta.
Inovasi “Loket SAE” diperkenalkan untuk integrasi pengajuan SPM hingga penerbitan SP2D secara elektronik dan real time. Pemkab Probolinggo juga ditarget mempertahankan opini WTP BPK untuk ke-14 kali tahun ini, setelah 13 kali berturut-turut diraih. ig/fa












