PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, nasib tunjangan guru ngaji di Kabupaten Probolinggo menjadi sorotan. Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Probolinggo menyatakan keprihatinannya atas keterlambatan pencairan honor yang sangat dinantikan para pendidik agama tersebut di momentum Ramadan.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI Perjuangan, Arief Hidayat, mengungkapkan pihaknya banyak menerima keluhan langsung dari guru ngaji terkait ketidakpastian waktu pencairan.
“Kami sangat prihatin. Aspirasi yang masuk menunjukkan betapa besarnya harapan para guru ngaji agar bantuan ini bisa cair sebelum Lebaran untuk membantu kebutuhan domestik mereka,” ujar pria yang akrab disapa Cak Dayat tersebut, Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah, lanjut Dayat, keterlambatan tahun ini dipicu oleh proses cleansing data atau verifikasi ulang.
Langkah ini diambil untuk menghindari adanya data ganda, di mana ditemukan beberapa penerima yang juga tercatat sebagai pendidik di lembaga lain.
Cak Dayat menegaskan, validitas data dan ketepatan waktu sebenarnya sudah sering diingatkan oleh Fraksi PDI Perjuangan dalam berbagai forum, mulai dari penyusunan RPJMD hingga Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi IV.
“Kami mengapresiasi upaya bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang saat ini sedang melakukan percepatan. Harapan kami, proses verifikasi ini segera tuntas sehingga pencairan tahun ini bisa lebih cepat dari tahun sebelumnya,” tambahnya.
Selain kendala teknis data, adanya atensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait potensi hibah berulang juga menjadi alasan penguatan tata kelola. Ke depan, mekanisme penyaluran direncanakan berubah dari skema hibah berbasis lembaga menjadi insentif yang langsung ditransfer ke rekening individu penerima.
Langkah transisi ini dinilai Cak Dayat sebagai momentum untuk menciptakan sistem yang lebih transparan dan akuntabel. Namun, hal itu mutlak memerlukan database guru ngaji yang valid dan terintegrasi agar tidak terjadi duplikasi di masa depan.
Kepada para guru ngaji, Fraksi PDI Perjuangan meminta kesabaran selagi proses birokrasi ini diselesaikan. Pihaknya berjanji akan terus mengawal agar persoalan serupa tidak terulang kembali, terutama pada momen krusial seperti bulan suci Ramadan.
“Semoga ikhtiar percepatan ini segera membuahkan hasil. Dedikasi guru ngaji dalam membina generasi harus dihargai dengan sistem penyaluran tunjangan yang tepat waktu dan tepat sasaran,” pungkas Cak Dayat. ig/fa












