PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Setiap warga Kota Probolinggo yang meninggal mendapatkan santunan Rp 750.000 dari Pemkot Probolinggo. Kebijakan ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.
Pada tahun ini, total dana santunan kematian yang disalurkan Pemerintah Kota Probolinggo sejak Januari hingga November 2025 mencapai sekitar Rp 1,5 miliar.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, sellai menyerahkan langsung santunan kepada ahli waris.
Rencananya pada 2026 dana tersebut akan dialihkan dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) untuk mempercepat pencairan.
Dalam kunjungan takziah sekaligus penyerahan santunan di rumah warga, Amin menyampaikan bahwa program ini bertujuan memudahkan proses pembayaran langsung secara cash sebesar Rp 750 ribu bekerja sama dengan bank swasta.
Santunan tidak disampaikan melalui perantara seperti camat, lurah, RT, maupun RW, melainkan langsung ke ahli waris untuk mempercepat proses.
“Ini program pemerintah yang memberikan santunan kepada yang berhak. Sekarang lebih mempermudah proses pembayaran secara langsung dan cash. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih cepat lagi,” ujar Aminuddin, Minggu (9/11/2025).
Data Dispenduk Capil menyebutkan, sejak Januari hingga November 2025, sebanyak 1.933 pengajuan santunan kematian telah disetujui dengan total dana terserap mencapai Rp 1.449.750.000.
Wali kota berharap bantuan ini bisa membantu keluarga yang ditinggalkan, sekaligus mempercepat proses administrasi dan pencairan dana.
“Semoga santunan ini bisa membantu keluarga almarhum dan diberi kesabaran menghadapi musibah ini,” kata Aminuddin.
Selain menyerahkan santunan, wali kota juga menyerahkan kutipan akta kematian dan Kartu Keluarga kepada ahli waris.
Sugiyanta, salah satu ahli waris almarhum Soelami Noerhayati, mengaku proses pengurusan administrasi sangat mudah dan lancar. Semua berkas disiapkan melalui aplikasi di kecamatan, kemudian dilanjutkan ke RT, RW, dan Dispenduk Capil.
“Alhamdulillah, santunan ini sangat membantu kebutuhan almarhum. Saya pikir prosesnya lewat bank, tapi ternyata langsung dari Wali Kota ke rumah. Mudah, cepat, dan responsnya bagus,” ujar Sugiyanta.
Di lokasi lain, wali kota juga bertemu ahli waris dari almarhum Sri Muntama inih, Yayuk Alwiyati, di Jalan Kerinci, Kelurahan Pilang. Ia mengaku terkejut dan terharu karena kedatangan wali kota yang langsung menyapa warga dan menyerahkan santunan secara langsung.
“Ini suatu kehormatan bagi kami, karena belum pernah ada kedatangan Bapak Wali Kota. Kami bukan pejabat, orang biasa, tapi beliau tetap peduli,” imbuh Yayuk. ig/fa












