PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Menjelang Lebaran 2025, jalan tol Gending-Kraksaan-Paiton di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi sorotan.
PT Jasamarga Probolinggo-Banyuwangi telah mengumumkan rencana pembukaan tol ini secara fungsional, menawarkan akses gratis untuk para pemudik yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Menurut Hima Jaya, Humas PT Jasamarga Probolinggo-Banyuwangi, tol tersebut akan dibuka secara fungsional selama 16 hari—delapan hari untuk arus mudik dan delapan hari untuk arus balik.
“Dari tanggal 24 Maret hingga 31 Maret 2025, arus mudik akan dioperasikan satu arah, dari Gending menuju Gerbang Tol (GT) Kraksaan dan GT Paiton,” ungkapnya dalam pernyataan resmi pada Rabu (19/3/2025).
Hal ini, tentunya, memberi harapan kepada ribuan pemudik yang terbiasa berdesakan di jalan raya saat musim mudik. Namun, perlu dicatat bahwa meskipun penggunaan jalan tol ini gratis, para pemudik diwajibkan untuk menempelkan kartu tol saat melewati gerbang.
“Meskipun tarifnya nol, saldo kartu tol harus mencukupi agar tidak terjadi masalah saat melintas,” jelas Hima.
Namun, tidak semua jenis kendaraan diperbolehkan melintas di jalan tol ini. Sebagaimana dijelaskan, truk dan bus akan dilarang melewati ketiga gerbang tol tersebut.
Untuk arus balik, tol akan dibuka dari 1 April hingga 8 April 2025, memungkinkan pengguna jalan untuk masuk melalui dua titik akses: GT Kraksaan dan GT Paiton.
Waktu operasional tetap mengacu pada ketentuan yang ditetapkan, yaitu dari pukul 6.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Pembukaan tol Gending-Kraksaan-Paiton gratis bisa jadi langkah positif dalam menghadapi lonjakan arus mudik tahun ini. Namun, masih terdapat sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan, terutama larangan bagi kendaraan besar.
Dengan jumlah hari operasional dan gratisnya tol ini, diharapkan dapat memperlancar proses perjalanan massa menjelang lebaran. Namun, tantangan logistik dan kepadatan lalu lintas di titik-titik akses tetap harus diantisipasi oleh otoritas terkait. ig/fa












