BERITAKATA.id – Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari potensi marabahaya, baik berupa godaan setan, keburukan sesama makhluk, maupun berbagai musibah yang tidak disangka-sangka. Dalam tradisi Islam, tindakan memohon perlindungan kepada Allah swt. dikenal dengan istilah isti’adzah (istighatsah/isti’adzah).
Para ulama menegaskan bahwa memohon perlindungan kepada Sang Pencipta bukan hanya penanda kelemahan seorang hamba, melainkan wujud tertinggi tauhid dan pengakuan atas kekuasaan Allah swt.
Hakikat Isti’adzah Menurut Para Ulama
Mengutip penjelasan dari literatur Nahdlatul Ulama, melafalkan doa perlindungan adalah wujud ketundukan hamba agar terhindar dari segal jenis keburukan. Allah swt. berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 200:
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa perlindungan Allah swt. mencakup dua dimensi utama:
Perlindungan Lahiriah: Terhindar dari marabahaya, penyakit, kejahatan manusia, dan musibah fisik.
Perlindungan Batiniah: Terjaga dari penyakit hati (seperti iri, dengki, dan sombong), kesesatan berpikir, serta godaan bisikan setan.
Amalan Doa Perlindungan Pilihan Para Ulama
Berikut adalah beberapa bacaan doa perlindungan yang bersumber dari Hadis Nabi dan sering dipublikasikan serta diijazahkan oleh para ulama Nahdlatul Ulama untuk diamalkan sehari-hari:
- Doa Berlindung dari Segala Marabahaya
Diwayatkan oleh HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi, Rasulullah saw. mengajarkan bacaan ini dibaca tiga kali pada pagi dan sore hari:
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ}
Latin: Bismillâhilladzî lâ yadhurru ma‘asmihî syai’un fil ardhi wa lâ fis samâ’i wa huwas samî‘ul ‘alîm.
Artinya: “Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
- Doa Berlindung dari Kesesatan dan Kezaliman
Doa ini sering dibaca saat hendak keluar rumah agar senantiasa berada dalam penjagaan Allah swt.:
$$\text{اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ}$$
Latin: Allâhumma innî a‘ûdzu bika an adhilla aw udhalla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menganiaya atau dianiaya, dan berbuat bodoh atau dibodohi.”
- Membaca Al-Mu’awwidzatain (Surah Al-Falaq dan An-Nas)
Para ulama NU menyarankan umat Islam untuk merutinkan pembacaan Surah Al-Falaq dan An-Nas seusai salat fardu serta sebelum tidur. Kedua surah ini secara khusus diturunkan sebagai benteng perlindungan dari kejahatan malam, sihir, dengki, dan bisikan keraguan.
Keyakinan dan Ikhtiar
Para ulama mengingatkan bahwa memohon perlindungan (isti’adzah) harus diimbangi dengan dua hal:
- Ketulusan Hati (Tawakal): Meyakini secara penuh bahwa tiada daya dan kekuatan selain dari Allah (lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh).
- Ikhtiar Nyata: Tetap melakukan pencegahan secara fisik dan logis (seperti menjaga kesehatan, mematuhi aturan keselamatan, serta menjauhi lingkungan yang buruk). ig/fa












