PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Ratusan kader Posyandu mengikuti kegiatan bertajuk Kilas Prestasi Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo dengan tema penguatan kader Posyandu melalui on the job training (OJT) kader lansia smart dan pembinaan program HIV.
Suasana semarak dan penuh antusiasme tampak dalam kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Kota Probolinggo itu, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Probolinggo (Dinkes P2KB) itu diawali dengan senam kreasi yang diikuti secara energik oleh para peserta, menciptakan atmosfer kebersamaan dan semangat kebugaran.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada kader terbaik, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka, serta layanan skrining kesehatan lansia melalui pemeriksaan kesehatan gratis.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan didampingi Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, serta Pj Sekda Rey Suwigtyo.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengapresiasi kehadiran 500 kader terpilih dari total lebih dari seribu kader Posyandu di Kota Probolinggo. Ia juga memberikan penghargaan kepada enam kader terbaik yang dinilai berprestasi.
“Ini luar biasa, dari 1.300-an kader, hari ini hadir 500 orang kader. Tadi juga sudah kita berikan penghargaan kepada kader terbaik. Saya yakin semuanya baik, dan ke depan semua akan kita berikan penghargaan,” ujarnya.
Dokter Amin menegaskan bahwa peran kader sangat strategis dalam mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya di sektor kesehatan. Salah satu fokus utama adalah penanganan stunting yang saat ini masih berada di angka sekitar 9,6 persen.
“Target kita, stunting di Kota Probolinggo bisa turun sampai 1 persen. Kita akan buat program Orang Tua Asuh, di mana seluruh pejabat Pemkot dan Forkopimda akan mendampingi anak-anak stunting secara langsung,” tegasnya.
Selain itu, inovasi lavenderisasi juga menjadi perhatian dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Program ini mendorong masyarakat menanam bunga lavender untuk mengusir nyamuk Aedes aegypti.
“Nyamuk ini sulit diberantas karena telurnya bisa bertahan sampai satu tahun. Maka lavenderisasi ini penting sebagai langkah pencegahan,” jelasnya.
Lebih lanjut, wali kota memaparkan enam SPM yang menjadi prioritas pembangunan, meliputi kesehatan, pendidikan, infrastruktur, sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup. Ia menekankan pentingnya kolaborasi aktif kader sebagai ujung tombak di lapangan.
“Semua ini tidak akan berhasil tanpa peran Ibu-ibu kader. Terima kasih atas dedikasinya, mari kita bersama membangun kota ini agar semakin maju,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, S.p.S, MH, menegaskan kader Posyandu memiliki peran vital dalam menyukseskan program pemerintah, khususnya dalam pencegahan stunting yang bersifat multifaktorial.
“Peran kader sangat penting karena stunting tidak hanya soal kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial dan perilaku masyarakat. Pencegahan menjadi kunci utama,” ujarnya.
Dokter Intan juga menyampaikan bahwa pemberian penghargaan kepada kader akan terus dilakukan secara berkala untuk meningkatkan motivasi dan kinerja di lapangan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi refleksi capaian satu tahun kepemimpinan, tetapi juga momentum penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas layanan dasar, khususnya melalui peran strategis kader Posyandu di Kota Probolinggo. ig/fat/fa












