Temui Demonstran, Bupati Pamekasan Komitmen Kawal Aspirasi Petani Tembakau ke Pusat

Bupati Pamekasan menerima aspirasi massa di kantor bupati.

PAMEKASAN, BERITAKATA.id – Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mengawal aspirasi petani tembakau dan buruh pabrik rokok lokal.

Bupati Pamekasan berjanji akan membawa tuntutan masyarakat tersebut hingga ke tingkat pemerintah pusat di Jakarta demi keberlangsungan industri hasil tembakau (IHT) rakyat.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Bupati Kholilurrahman saat menerima perwakilan massa dari Forum Petani Tembakau dan Buruh Pabrik Lokal Madura (FPBM) yang menggelar aksi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Selasa (10/2/2026).

“Kami mendengar dan memahami kegelisahan para petani serta pelaku usaha kecil. Pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan siap memperjuangkan aspirasi ini, termasuk berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat,” tegas Kholilurrahman di hadapan massa aksi.

Bupati menambahkan, IHT merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Pamekasan. Oleh karena itu, Bupati berkomitmen untuk menindaklanjuti tuntutan massa secara kelembagaan melalui sinergi dengan DPRD, pihak Kepolisian, hingga Kantor Bea Cukai.

Bupati berharap dengan adanya sinkronisasi antara kebijakan daerah dan pusat, industri tembakau lokal dapat terus tumbuh dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Madura secara berkeadilan.

Dalam aksi tersebut, FPBM menyampaikan delapan poin tuntutan. Yakni:

  1. Mendesak Pemerintah Kabupaten Pamekasan menertibkan LSM/ormas tanpa legal standing.
  2. Meminta Kepolisian Resor Pamekasan meminimalisir aksi demonstrasi tanpa izin atau prosedur resmi.
  3. Meminta Kantor Bea Cukai Madura memperkuat pembinaan bersama rakyat.
  4. Bea dan Cukai harus menjadi mitra penghubung antara kepentingan pengusaha Industri Hasil Tembakau Madura dengan pemerintah pusat.
  5. Bea dan Cukai harus memberikan kemudahan dalam pengurusan izin usaha bagi setiap pelaku usaha tembakau.
  6. Meminta Pemerintah dan Bea dan Cukai memberikan jalan keluar terhadap permasalahan tentang beratnya harga cukai bagi pelaku industri hasil tembakau Madura yang skala kecil dan bersifat padat karya.
  7. Meminta LSM/Ormas dan Media ikut berkontribusi dan memberikan solusi untuk produktifitas pembangunan ekonomi di Madura yang berkelanjutan dan berkeadilan.
  8. Meminta APH dan Bea dan Cukai untuk tidak serta merta melakukan penangkapan dan penindakan sebelum memberikan solusi bagi keberlangsungan IHT, problem buruh dan petani tembakau. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *