Gelar Rakor Kuota LPG 3 Kg Bersubsidi Jelang Ramadan 2026

Rakor berlangsung di Kantor Bupati Probolinggo.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Pemerintah Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi kuota dan tata kelola penyaluran LPG tabung 3 kilogram bersubsidi. Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Jabung 1 Kantor Bupati Probolinggo, Senin (9/2/2026). Rakor ini menjadi langkah antisipasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

Rakor dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi. Ia didampingi Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur Sony Suryono. Forum ini melibatkan banyak pemangku kepentingan.

Peserta rakor terdiri dari Dinas Pertanian, Satpol PP, dan Diskominfo. Hadir pula DKUPP, SPPBE wilayah Kabupaten Probolinggo, serta Pertamina. Pokja Hiswana Migas dan Bagian Perekonomian dan SDA Setda juga ikut dalam pembahasan.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo Arie Kartikasari menjelaskan fokus utama rakor. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi data kuota LPG bersubsidi.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah melakukan sinkronisasi data kuota LPG 3 kilogram serta membahas dinamika permasalahan distribusi LPG bersubsidi sebagai langkah antisipasi potensi kelangkaan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026,” ujarnya.

Pembahasan juga menyoroti kesesuaian kuota antara provinsi dan Pertamina. Rakor mengevaluasi kendala distribusi di lapangan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Sjaiful Efendi menegaskan LPG 3 kilogram termasuk komoditas strategis. Ia menyebut LPG bersubsidi sebagai kebutuhan pokok masyarakat.

“LPG tabung 3 kilogram merupakan salah satu barang kebutuhan pokok penting,” katanya.

Saiful menambahkan pengelolaan distribusi harus menjadi perhatian bersama. Terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Berdasarkan surat Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur, kuota LPG 3 kg 2026 di Jatim mencapai 1.352.750 metrik ton. Kabupaten Probolinggo mendapat alokasi 28.664 metrik ton. Jumlah itu setara sekitar 9.554.600 tabung.

Kuota tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi perhatian dalam rakor. Pemerintah daerah ingin memastikan distribusi tetap lancar.

Saat ini terdapat 4 SPPBE di Kabupaten Probolinggo. Ada 17 agen dan hampir 700 pangkalan LPG bersubsidi. Jaringan ini menjadi ujung tombak penyaluran ke masyarakat.

Pemkab berharap stok LPG tetap aman. Harga juga diminta sesuai Harga Eceran Tertinggi. Masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang. ig/fat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *