MALANG, BERITAKATA.id – Kehadiran menu sarapan pagi di Kantin Bakorwil III Malang kini semakin beragam dengan adanya sajian khas Malaysia yakni Nasi Lemak. Usaha kuliner ini dijalankan oleh Rumiani (52) atau yang akrab disapa Anik, seorang mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang membawa pulang keahlian memasaknya dari Negeri Jiran.
Ditemui di Kantin Bakorwil III Malang pada Kamis (5/2/2026), warga Jalan Gili Manuk, Lowokwaru, Kota Malang ini menceritakan bahwa usaha tersebut ia rintis sejak tahun 2023. Bekal utamanya adalah pengalaman bekerja selama satu dekade di Malaysia.
“Pengalaman sebelumnya pernah bekerja di kantin sekolah di Kuala Rompin, Pahang, Malaysia selama 10 tahun, dari 2012 sampai 2022,” ujar Anik pada Kamis (5/2/2026).
Kepulangan Anik ke tanah air tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap produktif. Ia memilih membuka usaha Nasi Lemak untuk menghadirkan variasi kuliner baru bagi masyarakat Malang.
“Karena tidak bekerja di sana lagi, jadi buka usaha nasi lemak ini biar ada sesuatu yang baru di Malang ini. Alhamdulillah orang-orang di sini bisa menerima,” ungkapnya.
Anik menjelaskan bahwa resep yang ia gunakan adalah resep asli yang dipelajarinya langsung saat bekerja di Malaysia. Meski demikian, ia melakukan beberapa penyesuaian agar rasa makanannya lebih cocok dengan lidah masyarakat Kota Malang.
Proses pembuatan nasi lemak buatannya melalui teknik pengolahan khusus untuk menghasilkan tekstur dan aroma yang pas. Bahan utamanya meliputi santan, jahe, serai, daun salam, dan daun pandan.
“Proses memasaknya yakni nasi dikukus sebentar, lalu dicampur ke dalam santan mendidih yang sudah dimatikan apinya, diungkep selama 15 menit, kemudian dikukus kembali,” jelas Anik.
Ia menjelaskan, salah satu ciri khas utama Nasi Lemak buatannya terletak pada sambalnya. Untuk menjaga keaslian rasa, Anik tidak sembarangan memilih bahan baku. Ia bahkan mendatangkan bahan utama sambal langsung dari Malaysia.
“Ciri khas nasi lemak ini terletak di sambal menggunakan cabai besar kering yang dipesan langsung dari Malaysia untuk menjaga keaslian rasa,” tuturnya.
Ia menggambarkan profil rasa sambal tersebut cenderung pedas manis dengan campuran ikan teri yang melimpah. Sementara untuk lauk pendamping, Anik menyediakan pilihan yang akrab bagi orang Indonesia, seperti ayam goreng berempah yang dilengkapi parutan lengkuas dan kelapa, bandeng presto, serta telur.
Bagi masyarakat Malang yang belum familiar, Anik kerap menyamakan Nasi Lemak dengan Nasi Uduk, namun dengan karakteristik yang lebih gurih dan kaya rempah.
“Nasi lemak ini mirip nasi uduk untuk orang Malang. Nasi lemaknya rasanya gurih agak berminyak ada santannya, lauknya gurih juga ada kelapa, lengkuas, laos, serta sambelnya pedas manis,” paparnya.
Satu porsi Nasi Lemak di Kantin Bakorwil III Malang ini dibanderol dengan harga Rp 15.000. Warung milik Anik beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 15.00 WIB.
“Saat ini, saya memasak 30 porsi hari ini,” kata Anik.
Salah satu pembeli Nasi Lemak, Mudrika yang membeli Nasi Lemak dengan lauk bandeng presto mengaku rasa masakan dari Rumiani cocok di lidahnya.
“Enak, rasanya pas, sambelnya terasa manis, gurihnya di nasi lemak pas, jadi ingin coba lagi,” katanya. ig/nn












