Irvan Sami’un Temui Ayah Dimas, Juara Muaythai Asia yang Diarak Pakai Gerobak

Irvan (dua dari kiri) mendatangi rumah Dimas Lukito Wardhana, juara Muaythai Asia di Vietnam.

PROBOLINGGO,BERITAKATA.id — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putra daerah Kabupaten Probolinggo, Dimas Lukito Wardhana.

Atlet muda yang mewakili Indonesia di ajang Asian Muaythai Championship 2025 di Thai Nguyen, Vietnam, itu meraih medali emas kategori Muay Boran, menundukkan atlet tuan rumah dan mengukuhkan diri sebagai salah satu petarung muda potensial di Asia.

Namun, di balik keberhasilannya, terdapat ironi yang menyentuh hati. Keberangkatan Dimas ke Vietnam dilakukan secara mandiri tanpa bantuan dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat.

Seluruh biaya, termasuk pendaftaran sebesar Rp13,5 juta, ditanggung sendiri oleh Dimas dan keluarganya.

Setelah tiba di tanah air, Dimas disambut sederhana oleh masyarakat Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas. Warga secara antusias mengarak Dimas keliling kampung menggunakan gerobak motor, sambil mengibarkan bendera merah putih. Momen tersebut viral di media sosial sebagai bentuk apresiasi rakyat terhadap perjuangan atlet muda tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi NasDem, Achmad Irvan Sami’un, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap Dimas.

Dia menyatakan akan mendukung penuh setiap atlet muda berprestasi dari Dapil 6 (Tongas, Lumbang, Sumberasih). Irvan juga menegaskan bahwa peran pemerintah dan lembaga terkait harus lebih aktif dalam mendukung dan mengapresiasi prestasi atlet, agar mereka tidak berjuang sendiri.

“Dimas adalah contoh nyata bahwa tekad dan kerja keras bisa menembus batas. Tapi kita juga harus belajar, bahwa anak-anak seperti dia tidak boleh terus berjuang sendirian. Dukungan institusional bukan hanya penting, tapi wajib diberikan secara adil untuk semua cabang olahraga,” ujar Irvan, Rabu (2/7/2025).

Irvan mengunjungi orang tua Dimas sebagai bentuk dukungan kepada Dimas.

Dimas sendiri merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Olahraga di Universitas Negeri Surabaya. Ia menekuni dunia bela diri sejak SD melalui pencak silat, kemudian mendalami Muaythai di Bayuangga Combat Academy saat SMA. Sebelumnya, ia juga menyumbangkan medali emas dan perak untuk kontingen Jawa Timur di PON 2024.

Kisah Dimas menjadi inspirasi sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah agar lebih adil dalam memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang berprestasi, tidak hanya dari cabang olahraga populer, tetapi juga dari cabang olahraga yang belum banyak mendapatkan perhatian. ig/fa

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *