PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kepemimpinan Ahmad Faisol di Kelompok Kerja (Pokja) Jurnalis Kraksaan mencatatkan sejarah sebagai salah satu periode paling dinamis. Faisol berhasil menahkodai organisasi profesi ini melewati masa transisi besar di Kabupaten Probolinggo, menjalin sinergi erat dengan empat era kepemimpinan Bupati serta tiga tongkat komando Kapolres Probolinggo.
Sinergi Lintas Era Pemerintahan
Di ranah eksekutif, Ahmad Faisol menunjukkan kepiawaian dalam menjaga independensi pers sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah. Ia memulai peran signifikan ini sejak era Bupati Hj. P. Tantriana Sari, SE, berlanjut pada masa transisi kepemimpinan H. Timbul Prihanjoko, hingga puncaknya pada masa jabatan Pj Bupati Ugas Irwanto, dan Bupati Gus Haris.
Di bawah arahannya, Pokja Jurnalis Kraksaan aktif mengawal kebijakan daerah agar tetap “pro-rakyat”, termasuk mendukung program-program strategis seperti pengentasan kemiskinan dan percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah timur Probolinggo.
Menjaga Kamtibmas Bersama 3 Kapolres
Tak hanya di lingkungan Pemkab, kolaborasi spektakuler juga tercipta di sektor keamanan.
Ahmad Faisol sukses membawa Pokja bersinergi dengan tiga Kapolres Probolinggo yang berbeda:
AKBP Ferdy Irawan: Memulai fondasi komunikasi yang kuat antara jurnalis dan kepolisian.
AKBP Teuku Arsya Khadafi: Ditandai dengan inovasi kegiatan Piramida tiap bulan dan bajati sosial Ramadhan.
AKBP Wisnu Wardana: Fokus pada aksi sosial nyata, termasuk penyaluran bantuan ke warga terisolir, yang menunjukkan bahwa jurnalis tidak hanya menulis berita tetapi juga turun tangan dalam misi kemanusiaan. Termasuk E-Sport Kapolres Cup 2025.
Selama masa jabatannya, Faisol juga sukses menyelenggarakan Journalist Award 2021 sebagai bentuk apresiasi karya jurnalistik terbaik, serta Media Gathering di Kota Batu pada awal 2024 yang didukung penuh oleh Pemkab dan sektor industri. ig/nis












