PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kasus asusila yang melibatkan sepasang remaja di halaman GOR Sasana Krida, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menjadi perhatian publik dan mencoreng nama baik sejumlah pihak, termasuk lembaga pendidikan sejoli itu.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (16/12/2024) itu terekam dalam sebuah video yang kemudian tersebar luas melalui media sosial.
Merespons hal ini, Anggota DPR RI Komisi 8, Dini Rahmania, menyatakan keprihatinannya.
“Kejadian ini mencoreng lembaga sekolah mereka juga,” ungkapnya, Rabu (18/12/2024).
Ia meminta pemerintah setempat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi masyarakat (ormas) seperti Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendatangi keluarga sejoli itu guna memberikan pembinaan.
Senada dengan hal tersebut, dikutip dari laman resmi MUI Kabupaten Probolinggo, Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Probolinggo, KH Ahmad Muzamil, menilai tindakan tidak senonoh itu mencerminkan minimnya pengetahuan akhlak di kalangan anak muda.
“Saya mendapat kiriman video itu dari teman di Kraksaan,” terang Muzammil.
Muzamil mengimbau masyarakat dan lembaga pendidikan untuk lebih peduli terhadap pembinaan akhlak anak-anak.
Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menyikapi kasus ini.
“Jika tidak segera disikapi, saya khawatir kasus seperti ini akan menjadi bola liar di tengah masyarakat, dan anak-anak lain bisa tergoda melakukan hal serupa,” jelasnya.
Tak hanya itu, KH Muzamil juga menekankan pentingnya peran aparat penegak hukum (APH) dalam merespons kasus ini secara cepat.
Ia berharap pelaku segera terungkap agar ada efek jera bagi semua pihak.
Diketahui, tindakan asusila yang dilakukan oleh sepasang remaja itu terjadi di dekat sebuah sepeda motor di halaman GOR Sasana Krida Kraksaan. ig/fat












