Umum  

Pemain Tenis Meja Ramaikan Peringatan Hari Listrik Nasional di Probolinggo

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id  – Para pemain tenis meja mulai muda hingga dewasa mengasah kemampuan. 

Ya, dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-79, PT PLN NP UP Paiton menggelar turnamen tenis meja bertajuk HLN 79 Cup I UP Paiton. 

Turnamen ini berlangsung di Gedung Serba Guna PLN NP UP Paiton, Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, dari tanggal 11 hingga 13 Oktober 2024. 

Acara ini dibuka secara resmi oleh Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto melalui Asisten I Hari Tjahjono.

Ia mengapresiasi sinergi yang ditunjukkan oleh PT PLN NP UP Paiton dalam mengembangkan olahraga, khususnya tenis meja, di wilayah Kabupaten Probolinggo. 

"Turnamen ini adalah bentuk nyata dari sinergi PLN dalam mendukung perkembangan olahraga di daerah. Saya berharap ke depan atlet-atlet Probolinggo bisa lebih dikenal, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional bahkan internasional," kata Hari.

Ia juga berharap turnamen ini akan melahirkan bibit-bibit atlet baru yang berpotensi untuk berprestasi. 

"Kalah menang adalah hal biasa. Yang terpenting adalah kita terus mengasah keterampilan dan tekun berlatih. Saya yakin dengan adanya kegiatan seperti ini, akan muncul banyak talenta baru di dunia tenis meja. Selamat bertanding dan jaga sportifitas," tutupnya.

Turnamen tenis meja HLN 79 Cup I UP Paiton ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan olahraga tenis meja di Kabupaten Probolinggo, sekaligus sebagai ajang pencarian bibit-bibit atlet potensial yang akan mengharumkan nama daerah di kancah nasional dan internasional.

Senior Manager PT PLN NP UP Paiton yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia HLN, Dwi Yuli Harsono dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan olahraga sebagai salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap pengembangan bakat dan potensi atlet daerah. 

"Kejuaraan ini merupakan hasil dari kerja keras kami. Ini sesuai dengan harapan dari kantor pusat PLN yang menginginkan adanya kegiatan olahraga, kerohanian, dan kegiatan positif lainnya. Kami berharap kegiatan ini bisa berkontribusi dalam mencetak atlet-atlet berbakat dari Probolinggo hingga ke tingkat nasional," ungkap Dwi.

Turnamen ini terbagi dalam empat kelas, yaitu kelas U-15, U-19, U-35 ke atas, dan kelas se-Kabupaten dan Kota Probolinggo atau Se-Probolinggo Raya. 

Secara total, turnamen ini diikuti oleh 248 atlet yang siap bersaing memperebutkan gelar juara di setiap kategori.

Dwi Yuli juga menegaskan bahwa turnamen ini akan menjadi agenda tahunan yang diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas dari Probolinggo. 

"Dengan kegiatan semacam ini, saya yakin akan muncul atlet-atlet berbakat yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, dan kami berkomitmen untuk menggelar turnamen ini setiap tahun," tambahnya.

Turnamen ini juga mendapatkan apresiasi dari Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Zainul Hasan.

Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PT PLN NP UP Paiton yang telah menyelenggarakan turnamen ini. 

"Saya berharap para atlet tidak hanya rutin berlatih, tetapi juga mampu meraih prestasi hingga menyumbangkan medali emas di ajang Porprov 2025 mendatang," ujar Zainol.

Zainul juga menyoroti pentingnya latihan yang lebih giat untuk para atlet. 

"Di tahun 2025, saya dituntut untuk mencetak prestasi setinggi-tingginya. Pada ajang Porprov sebelumnya, kami mengirimkan 13 atlet dan 10 di antaranya berhasil meraih medali mewakili Jawa Timur. Prinsip saya adalah menghidupkan kembali semangat olahraga di KONI, dan saya berharap pelatih tenis meja dapat mendukung komitmen ini," tambahnya.

Menurut Zainul, cabang olahraga tenis meja akan cukup sulit meraih medali di ajang Porprov nanti. Namun ia optimis Kabupaten Probolinggo bisa bersaing, mengaca kepada salah sayu atlet tenis meja asal Kabupaten Probolinggo yang berhasil tembus untuk berlaga di ajang luar negeri. 

Selain itu, turnamen ini juga didukung oleh PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) Kabupaten Probolinggo yang bertindak sebagai juri. 

Ketua PTMSI, KH Mahmud Aliwafa berharap perlombaan seperti ini terus bersambung dengan kelas yang lebih bervariasi lagi. 

"Misalnya umur 40 ke atas atau 50 ke atas juga bisa diadakan. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada PLN NP UP Paiton yang sudah menggelar kompetisi ini," ujar Kiai Mahmud. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *