PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – KIM dan Pesantren diminta memanfaatkan internet, utamanya memerangi hoaks.
Bertempat di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (9/9/2024) digelar Sosialisasi dan Pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) serta Optimalisasi Penggunaan Internet bagi Pondok Pesantren di Kota Probolinggo.
Melalui giat ini, Pemkot Probolinggo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memberikan pembinaan bagi KIM dan pondok pesantren di Kota Probolinggo untuk lebih memaksimalkan penggunaan internet dan media sosial. Giat ini dihadiri 180 peserta yang terdiri dari ketua dan operator KIM, pengurus dan operator medsos ponpes, lurah dan camat se-Kota Probolinggo.
Dibuka oleh Penjabat Wali Kota Nurkholis, giat ini langsung mendapat apresiasi dari pria asal Banyuwangi itu. Pasalnya, di era saat ini mayoritas masyarakat telah melek teknologi dan memiliki media sosial berkat internet.
“Berbicara soal internet, hari ini telah terbaca baik itu di birokrat maupun di pondok pesantren. Tidak bisa hari ini seorang camatnya melarang pak lurahnya untuk bermedsos, tidak bisa hari ini pak lurah melarang pak RW nya untuk bermedsos. Begitu pun di pondok pesantren, kecuali handphone nya dikumpulkan. Tetapi, selama masih ada sinyal internet di situlah kita sehari-hari bergaul dengan masyarakat di dunia maya,” jelas Nurkholis mengawali sambutannya.
Nurkholis ingin menggarisbawahi pentingnya peran KIM dalam menghadapi tantangan ini. Menurutnya, KIM harus menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah daerah memerangi informasi hoaks.
“Sebentar lagi, kurang lebih 82 hari lagi kita akan melakukan Pemilukada memilih gubernur dan wakil gubernur, wali kota dan wakil wali kota. Saya sangat berharap dari kelompok informasi masyarakat ini kalau share informasi itu yang baik. Artinya, kita harus bijaksana dalam penggunaan media sosial. Jangan sampai antar teman atau tetangga, silaturahmi terputus gara-gara informasi palsu,” imbaunya. ig/fa












