Cerita Penumpang Kapal Saat Nyeberang ke Bali, Tegang dan Mencekam

BANYUWANGI, BERITAKATA.id – Meski cuaca ekstrem, penyeberangan laut dari Jawa ke Bali melalui pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, berlangsung lancar. 

Hal itu diungkapkan Nur Aisyah (55), warga Probolinggo, yang menaiki kapal feri penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. 

"Alhamdulillah, penyeberangannya lancar. Meski kapal sedikit oleng dihantam ombak dan angin kencang," kata Nur, Jumat (12/7/224). 

Dia naik kapal pada Kamis (11/7/2024) pukul 18.00 WIB. 

Saat kapal akan berangkat, ombak cukup besar. Angin sangat kencang. 

Saat perjalanan ke tengah, arus  landai. Namun, saat berada di tengah penyeberangan antara pulau Jawa dan Bali, kapal yang ditumpangi kembali bergoyang ke kanan dan kiri. 

"Sejumlah penumpang yang duduk di dekat kapal berucap istighfar. Bahkan, banyak yang panik," ujar Nur. 

Kapal berhenti sejenak dan terus bergoyang. Suasana di dalam kapal mencekam, wajah tegang penumpang terlihat. 

Ombak selat Bali knali tenang dan kapal mulai berlabuh di Pelabuhan Gilimanuk. Nur dan para penumpang keluar dari kapal. 

"Alhamdulilah. Tiba di pulau Bali dengan selamat," jelas Nur. 

Zaim, tokoh masyarakat Desa Melaya, Kecamatan Melaya, mengatakan bahwa cuaca ekstrem memang diprediksi terjadi mulai Juni hingga Juli. Hal itu juga berdampak pada penyebrangan. 

"Hasil rapat kemarin, bersama TNI dan Polri dan stakeholder, memang cuaca ekstrem diprediksi terjadi. Namun, petugas di penyeberangan terus memantau cuaca. Kalau cuaca memburuk, penyeberangan buka tutup," tukas Zaim. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *