PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Sedikitnya 265 bedak atau kios hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran di Pasar Leces Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kebakaran terjadi Senin lalu.
Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto menegaskan bahwa api sudah berhasil dipadamkan.
Selanjutnya, pihaknya akan mengupayakan untuk membangun kembali Pasar Leces. Teknisnya melalui OPD terkait.
“Iya, akak dibangun,” ujar Ugas Selasa (5/12/2023).
Kepala DKUPP Taufik Alami menyebut kerugian dari musibah itu sekitar Rp 1,5 miliar.
“Pendataan masih berlangsung,” jelas Taufik.
Adapun kebakaran membuat ratusan bedak atau kios ludes dilalap api.
“Iya sejauh ini terdata 265 beda kios yang hangus terbakar akibat peristiwa kebakaran semalam,” kata ketua paguyuban pedagang pasar Leces Sugianto.
Menurut Sugianto, tidak ada yang tersisa bagi pedagang dari musibah tersebut.
Sugianto yang bernasib sama dengan pedagang lainnya juga kebingungan untuk mencari pekerjaan lain. Sebab kebakaran tersebut menghanguskan bahan mata pencahariannya dan tidak ada barang tersisa.
“Kerugiannya perkiraan miliaran rupiah, sebab ada seorang pedagang daging yang yang mengaku mengalami kerugian Rp 300 juta. Kebakaran Pasar Leces ini yang kali kedua,” jelas Sugianto.
Kebakaran hebat yang melanda pasar Leces tersebut berlangsung lama, sekitar 12 jam. Angin kencang, stok air minim dan sulitnya akses membuat upaya proses pemadaman kebakaran menemui kendala.
Humas Damkar Pemkab Probolinggo Sholehuddin menyebut pemadaman yang dilakukan sejak sore baru berakhir pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.30.
“Api baru padam tadi pukul 01.30 WIB. Hingga siang ini petugas masih membasahi sejumlah titik asap yang masih muncul di sisa bekas kebakaran,” ujar Sholehuddin.
Para pedagang mengunjungi bedak mereka yang terbakar.
Para pedagang tampak mengais sisa barang yang masih bisa diselamatkan.
Dedik, pemilik lapak sayuran mengatakan sejumlah warga membawa barang sisa kebakaran milik pedagang.
“Ada warga bukan pedagang, masuk ke pasar dan mengambil barang-barang yang tersisa. Timbangan milik saya hilang sebanyak tiga buah hilang. Satu timbangan seharga Rp 350.000,” jelas Dedik.
Karena sudah tidak ada lagi yang tersisa dari barang dagangannya, pria ini kemudian mengamankan rangka besi bedak, rolling door, etalase dan gantungan besi yang masih bisa diselamatkan. Rencana sisa besi bangunan bedaknya itu akan dijual kiloan.
Kata Dedik, banyak pedagang yang mengalami kerugian begitu besar. Selain barang dagangannya yang hangus menjadi abu, ada pedagang juga menyimpan uangnya di dalam bedak yang terbakar.
Jika Dedik masih memiliki sisa besi yang berhasil dikais, tidak halnya dengan kondisi Umar.
Umar yang memiliki kios bedak mengaku datang setelah Subuh pasca kebakaran terjadi.
“Saya ke sini habis Subuh tadi. Habis semua ludes terbakar. Ya sudah,” kata Umar pasrah. ig/fa












