Umum  

Kepala Dinkes: Probolinggo Masih Aman dari Kasus Mpox

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan Dwi Tamtomo memastikan bahwa hingga saat ini Kabupaten Probolinggo belum melaporkan adanya kasus Mpox.

Meski demikian, langkah-langkah antisipasi telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dengan menggencarkan sosialisasi serta bekerja sama dengan pihak pelabuhan untuk melakukan screening ketat terhadap pendatang yang memasuki wilayah kabupaten tersebut.

“Kami sudah melakukan sosialisasi dan berkoordinasi dengan pihak pelabuhan untuk memperketat screening guna mengantisipasi masuknya pendatang yang terjangkit Mpox ke Kabupaten Probolinggo,” ujar dr. Hariawan, Rabu (4/9/2024).

Apa Itu Mpox?

Mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Orthopoxvirus. Penyakit ini memiliki dua klade virus yang berbeda, yakni klade I dan klade II.

Pada tahun 2022–2023, wabah global Mpox disebabkan oleh galur klade IIb, sementara klade Ia dan Ib saat ini menjadi perhatian karena peningkatan kasus di Republik Demokratik Kongo dan negara-negara lainnya.

Mpox dapat menimbulkan berbagai gejala, termasuk ruam kulit atau lesi mukosa yang berlangsung selama 2–4 minggu, demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, energi rendah, serta pembengkakan kelenjar getah bening.

Penularan virus ini terjadi melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, bahan yang terkontaminasi, atau hewan yang terinfeksi.

Selama kehamilan, virus juga dapat ditularkan kepada janin atau bayi baru lahir.

Virus Mpox dapat diidentifikasi melalui uji laboratorium menggunakan metode PCR dari sampel ruam kulit.

Perawatan untuk Mpox umumnya bersifat suportif, dengan fokus pada pengelolaan gejala dan pencegahan komplikasi.

Vaksinasi juga tersedia dan direkomendasikan bagi kelompok yang berisiko tinggi tertular Mpox, terutama selama wabah.

Meskipun sebagian besar penderita Mpox akan sembuh sepenuhnya dalam waktu 2–4 minggu, beberapa orang mungkin mengalami komplikasi serius, terutama mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, termasuk penderita HIV yang tidak terkontrol dengan baik.

Tanggapan dan Pencegahan

Untuk mencegah penyebaran Mpox, penderita disarankan untuk mengisolasi diri di rumah hingga sembuh total. Pencegahan lebih lanjut juga mencakup vaksinasi bagi mereka yang berisiko tinggi.

WHO telah menyatakan Mpox sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional dan terus bekerja sama dengan negara-negara anggota untuk menangani wabah ini secara efektif. ig/fat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *