BONDOWOSO, BERITAKATA.id – Setelah hampir 10 jam pasca KPK membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) di Bondowoso, Rabu (15/11/2023), akhirnya, pada sekitar pukul 24.00 WIB sejumlah orang diangkut menaiki bus milik Polres Bondowoso.
Mereka menggunakan masker dan penutup kepala.
Namun menurut sejumlah sumber, diduga yang turut diangkut adalah Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso dan Kasi Pidsus. Selain itu, juga terdapat staf diduga Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso.
Mereka yang digelandang masuk bus tersebut terlihat ada yang membawa koper, dan tas ransel. Tampak mengiringi bus Polres, yakni dua mobil Innova Reborn berwarna hitam.
Pantauan di lapangan, sejak pukul 14.00 WIB di Mako Polres Bondowoso disebut dilakukan pemeriksaan sejumlah orang. Terdapat dua mobil Innova Reborn. Satu di antaranya bahkan keluar masuk.
Sekitar pukul 21.35 WIB, kendaraan tersebut mengangkut beberapa orang keluar. Bahkan, sempat terjadi insiden salah satu ban mobil Innova Reborn bocor. Dan mereka sempat berganti mobil berwarna putih.
Namun, tak berselang lama mobil-mobil tersebut kembali lagi ke Mako Polres Bondowoso.
Enam Orang Dibawa KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut bahwa ada total enam orang yang diangkut dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bondowoso pada Rabu (15/11/2023) kemarin.
"Sejauh ini ada enam orang yang ditangkap," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (16/11/2023).
Ia menyebutkan bahwa di antaranya merupakan penegak hukum dan pihak swasta.
Adapun, kasus yang membuat OTT dilakukan yakni terkait dugaan korupsi pengurusan perkara yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Bondowoso.
"Para pihak yang dibawa dalam perjalanan ke kantor KPK di Jakarta," ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa perkembangan akan disampaikan lebih lanjut.
Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Bondowoso, Rabu (15/11/2023).
Hal itu dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron saat dikonfirmasi.
Namun, ia belum menyebutkan informasi siapa saja yang terkena OTT tersebut.
"Benar," katanya melalui pesan singkat. och/fa












