BPBD Kab. Probolinggo Gelar ToT Penanggulangan Bencana bagi Guru

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarif membuka ToT kesiapsiagaan bencana bagi guru.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menggelar Training of Trainers (ToT) Penanggulangan Bencana bagi guru. Kegiatan berlangsung di Base Camp Ridho Resort, Desa Krejengan, Kecamatan Krejengan, pada Senin hingga Rabu, 6-8 Juli 2026.

ToT ini merupakan bagian dari program pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Probolinggo tahun 2026. Kegiatan juga ditujukan untuk memperkuat implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

ToT bagi guru merupakan implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Pelatihan dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief dan diikuti guru dari satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Krejengan. Selama tiga hari peserta menerima materi dan pembekalan dari sejumlah narasumber terkait penanggulangan bencana dan kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.

Oemar Sjarief mengatakan, pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas guru agar dapat menjadi fasilitator penanggulangan bencana di sekolah. Guru diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menanamkan budaya sadar bencana kepada peserta didik.

BPBD melatih guru dalam menghadapi korban bencana.

“Melalui Training of Trainers ini kami ingin meningkatkan kapasitas guru sebagai fasilitator penanggulangan bencana di lingkungan sekolah sekaligus mendukung implementasi SPAB di Kabupaten Probolinggo,” kata Oemar.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya kesiapsiagaan sejak dini. Tenaga pendidik perlu dibekali kemampuan menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Para guru dibekali kesiapsiagaan bencana agar menjadi fasilitator kebencanaan di sekolah.

“Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesiapsiagaan guru dalam menghadapi potensi bencana, sehingga mereka mampu memberikan edukasi yang tepat kepada peserta didik saat terjadi keadaan darurat,” jelasnya.

Oemar menambahkan, ToT diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BPBD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta satuan pendidikan dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Para guru dibekali praktek langsung menghadapi bencana.

“Kolaborasi yang baik antara BPBD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta satuan pendidikan menjadi kunci dalam mewujudkan sekolah yang tangguh bencana. Harapannya, budaya kesiapsiagaan dapat diterapkan secara berkelanjutan di setiap lingkungan sekolah,” pungkasnya. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *